Senin, 14 Desember 2009 18:51 WIB Wonogiri Share :

Penyebaran virus HIV/AIDS meluas, Puluhan siswa Wonogiri gelar aksi keprihatinan

Wonogiri (Espos)–Puluhan pelajar SMA/SMK yang tergabung sebagai relawan Palang Merah Remaja (PMR) Wira se-Kabupaten Wonogiri, Senin (14/12) kemarin menggelar aksi damai sebagai wujud keprihatinan terhadap semakin meluasnya penyebaran virus HIV/AIDS di wilayah itu.

Aksi tersebut dilakukan dengan longmarch dari markas PMI Cabang Wonogiri Jl Gatot Subroto menuju Pasar Kota Wonogiri, dilanjutkan ke depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) tak jauh dari Kantor Bupati Wonogiri lalu kembali lagi ke markas PMI.

Selama aksi mereka membagi-bagikan selebaran berisi sosialisasi mengenai penyakit HIV/AIDS, bagaimana cara penularannya, pencegahannya dan sebagainya. Selain itu, mereka juga melakukan orasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menjaga diri dari penularan penyakit mematikan tersebut.

Salah satu koordinator aksi, Kuswanto, ditemui Espos, di sela-sela aksi kemarin mengungkapkan, aksi tersebut dilakukan untuk memperingati Hari AIDS se-Dunia 1 Desember lalu.

Namun, karena pada saat yang bersamaan para siswa SMA/SMK tengah mengharap ujian semester, maka aksi itu ditunda dan baru kemarin dilaksanakan.

“Ini sebagai wujud keprihatinan kami terhadap kenyataan semakin banyaknya orang yang terjangkit virus HIV/AIDS. Yang saya dengar, di Wonogiri ini sudah ada belasaan orang yang terjangkit. Kami ingin memperingatkan masyarakat dan juga diri kami sendiri untuk selalu menjaga diri dari penyakit tersebut,” ujar siswa SMKN 2 Wonogiri tersebut.

Relawan PMI yang mendampingi aksi tersebut, Gigih Nugroho, ditemui di sela-sela aksi itu mengatakan, dengan aksi tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda akan bahaya virus HIV/AIDS dan menyosialisasikan cara-cara pencegahannya. Selain itu, Gigih melanjutkan, masyarakat juga harus disadarkan bahwa mencegah penyebaran penyakit itu bukan berarti harus menjauhi penderitanya.

shs

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…