Senin, 14 Desember 2009 10:50 WIB News Share :

Koin untuk Prita dihitung, diperkirakan 10 kali tinggi Monas


Jakarta–
Koin untuk Prita Mulyasari diprediksi akan melewati angka Rp 204 juta. Bahkan jumlah tersebut bisa saja terus membengkak karena koin yang berasal dari luar Jawa belum masuk dalam hitungan.

“Alhamdulillah koin yang masuk ke Markas Sehat sebanyak 5 karung goni. Jika dirupiahkan berkisar Rp 200 juta,” ujar pengurus Markas Sehat Ade Novita saat dihubungi Minggu (13/12).

Jumlah itu dipastikan akan bertambah karena beberapa pos pengumpulan koin belum menyetor. Namun marilah kita berasumsi koin yang terkumpul berjumlah Rp 204 juta, sesuai dengan denda yang harus dibayar Prita.

Iwan membuat hitung-hitungan yang menarik agar kita bisa membayangkan sebanyak apa koin yang berhasil dikumpulkan.

Koin Rp 500 berdiameter 2,7 cm dengan berat 3,25 gram dan tebal 2,5 mm. Sedangkan koin Rp 100 berdiameter 2,3 cm, berat 1,88 gram dan tebal 2 mm.

Jika koin Rp 500 dikumpulkan, maka beratnya 1.326 kg atau 1,3 ton. Untuk koin Rp 100, jika tercapai sebesar nilai yang diinginkan, beratnya bisa hampir 4 ton!

Bagaimana jika koin-koin tersebut dijejerkan rapih? Jika semua koin Rp 500 digelar di permukaan jalan dan disambung satu persatu, maka panjangnya mencapai 11 km. Sedangkan koin Rp 100 panjangnya mencapai 47 km.

Angka itu sama dengan jarak kita menempuh perjalanan mulai dari RS Omni di Tangerang menuju ke Tanjung Priok melalui tol BSD, Jl Jend Sudirman, tol dalam kota dan tol Tanjung Priok.

Seandainya koin Rp 500 itu ditumpuk satu persatu, maka tingginya bisa mencapai 1.326 meter atau hampir 10 kali tinggi Monas. Sedangkan untuk koin Rp 100, maka tingginya 3.825 meter atau 28 kali tinggi Monas atau setengah dari tinggi gunung Himalaya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…