Senin, 14 Desember 2009 10:40 WIB Haji Share :

Jumlah jamaah haji meninggal di Tanah Suci turun


Jakarta–
Jamaah haji Indonesia yang tewas hingga hari ke-50 pelaksanaan ibadah haji tahun 1430 H/2009 mencapai 247 orang. Jumlah ini menurun drastis dibandingkan pelaksanaan ibadah haji tahun sebelumnya, dimana jamaah wafat mencapai 400 orang.

“Menurunnya angka kematian jemaah haji menurut indikator yang ditetapkan WHO, merupakan indikator semakin baiknya pelayanan kesehatan,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan (Depkes) Lily S Sulistyowati, Minggu (13/12).

Menurut Lily selain penurunan jamaah yang wafat, penurunan juga terjadi pada kejadian luar biasa yang pada tahun lalu mencapai 8 kasus, tahun ini hanya satu kasus.

Lebih lanjut Lily menerangkan, dari 247 jamaah haji Indonesia yang wafat, 194 orang wafat di Makkah, 25 orang di Madinah, 12 orang di Mina, 10 orang di Jeddah, 3 orang di Arafah dan 3 orang di perjalanan.

Berdasarkan lokasi, sebanyak 80 orang wafat di sejumlah Rumah Sakit Arab Saudi, 65 orang di pemondokan, 56 orang di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), 18 orang di perjalanan, 12 orang di sektor BPHI, 8 orang di mesjid, 7 orang di bandara dan 1 orang di pesawat.

Berdasarkan embarkasi, Surabaya 50 orang, Surakarta 46 orang, Bekasi 26 orang, Jakarta 25 orang, Medan 19 orang, Ujung Pandang 17 orang, BPIH khusus 12 orang, Padang 12 orang, Batam 12 orang, Palembang 11 orang, Banjarmasin 9 orang, Aceh 6 orang, Balikpapan 1 orang, nonkloter 1 orang.

Sementara sebanyak 172 jamaah haji yang wafat berusia lebih dari 60 tahun, 49 jamaah wafat berusia di antara 50 tahun hingga 59 tahun. 24 orang wafat di usia antara 40 tahun hingga 49 tahun dan 2 orang jamaaf yang wafat berusia di bawah 40 tahun.

Wafatnya jamaah haji Indonesia di antaranya disebabkan oleh penyakit sistem sirkulasi sebanyak 154 orang. 74 orang wafat disebakan penyakit sistem pernapasan, 5 orang akibat penyakit gangguan mental dan perilaku. Penyakit sistem syaraf, penyakit infeksi dan parasit, penyakit sistem genitourinaty masing-masing menyebabkan kematian bagi dua orang jamaah.

dtc/isw

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…