Senin, 14 Desember 2009 12:38 WIB News Share :

Hindari KKN, Polri luncurkan layanan pengadaan barang online

Jakarta--Kepolisian Republik Indonesia meluncurkan layanan barang dan jasa secara online (E-Procurement). Program ini diberi nama Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

“Untuk menghindari ada amplop-amplop yang terbang dan untuk menghindari penyimpangan,” kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri saat memberikan sambutan pada acara Launching LPSE, di Gedung LPSE Polri, Jl Bekasi Timur, Jakarta Timur, Senin (14/12).

Menurut Deputi Logistik Polri Irjen Pol Djoko Sardono layanan berbasis online memberikan kesempatan yang sama kepada pelaku usaha untuk bersaing secara sehat. Selain lebih efisien, LPSE juga menghindari praktek-praktek KKN.

“Layanan ini meningkatkan kepercayaan masyarakat khususnya untuk pengadaan barang dan jasa,” jelasnya.

Sementara itu Deputi Monitoring Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Himawan Adinegoro mengatakan bahwa layanan E-Procurement adalah salah satu ujung tombak program reformasi birokrasi. Biaya-biaya yang semestinya keluar selama proses, dapat dikurangi hingga 20 persen.

“Efisiensi sampai 20 persen lebih,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Himawan, LPSE Polri juga bisa mencegah praktek korupsi. “Tidak ada lagi amplop, tidak ada uang negara hilang begitu saja yang seharusnya bisa dialokasikan kepada pembangunan jalan, pendidikan dan kesehatan,” terangnya.

Menurutnya, dengan layanan lelang melalui LPSE, diharapkan tidak ada lagi kasus-kasus korupsi terjadi. Hubungan antara pelaku usaha dengan pihak lelang dapat benar-benar terjalin secara profesional.

“Tidak ada lagi kongkow-kongkow,” tandasnya.

Untuk Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang LPSE silakan untuk mengakses langsung melalui www.lpse.sdelog.polri.go.id. Atau alamat Sdelog Polri di Jl Raya Bekasi Timur no 86 Cipinang, Jakarta Timur. Pengadaan barang dan jasa melalui LPSE tersebut sudah mulai dilakukan sebelum tahun depan.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…