Senin, 14 Desember 2009 12:45 WIB News Share :

DVD bajakan 'Balibo' beredar di pasaran

Jakarta–Pelarangan oleh Lembaga Sensor Film (LSF) terhadap pemutaran film “Balibo” malah memancing rasa penasaran masyarakat. Melihat potensi pasar ini, para pembajak DVD langsung menyergapnya dengan mengedarkan DVD bajakan film “Balibo”.

Berdasar pantauan, DVD bajakan film “Balibo” terlihat dipajang di beberapa dari puluhan lapak kaki lima pedagang DVD di seputaran Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (14/12). Di covernya terpampang wajah Ramos Horta dan snapshot adegan film yang mengisahkan tewasnya lima orang jurnalis Australia dalam insiden Balibo di Timor Timur pada 1975.

“Orang kita kan semakin dilarang malah penasaran. Kita dapat dari pengecer besar,” ujar Angga (33), salah seorang penjual DVD bajakan.

Angga mengaku sudah sejak akhir pekan lalu dia dan hampir semua pedagang DVD bajakan di Pasar Minggu menjual DVD film Balibo. Tapi baru hari ini dia berani secara terang-terangan memajang DVD tersebut setelah selama tiga hari menjualnya secara sembunyi-sembunyi.

“Biasanya saya simpen, kalau ada yang tanya baru saya keluarkan. Kemarin laku delapan, semoga hari ini laku banyak,” harap bujangan ini.

Meski bajakan, tetapi kualitas DVD tersebut cukup baik. Gambar yang mucul di layar televisi kecil milik Agus terlihat cerah warnanya. Hanya caption terjemahan bahasa Indonesia yang terkesan asal-asalan dan dialog antara tentara Fretilin dengan Ramos Horta dalam bahasa Tetum tidak ada terjemahannya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…