Senin, 14 Desember 2009 18:43 WIB News Share :

Buku ajar SD berisi gambar dan kata-kata porno beredar di Jateng


Batang–
Sejumlah buku ajar untuk SD berisi materi porno beredar di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng). Buku ajar itu memuat kata-kata dan gambar tidak senonoh. Termasuk cara berhubungan intim.

Berdasarkan penelusuran, buku-buku nyeleneh itu beredar di sejumlah SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Salah satunya di SDN 01 Banyuputih. Buku-buku ajar bermasalah itu antara lain untuk mata pelajaran IPS, IPA, dan kumpulan puisi.

Pada buku IPS, terdapat gambar sekelompok wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam saja. Sedangkan pada buku IPA, terdapat gambar wanita berdiri dengan hanya mengenakan handuk atau kain yang transparan.

Sedangkan kata-kata porno terdapat pada buku kumpulan puisi. Kata-kata itu antara lain berbunyi ‘Ku menyerahkan pedang di antara selangkanganmu’. Buku tersebut diterbitkan oleh CV Megah Perkasa Utama.

Sejumlah orang tua siswa mengaku sudah mengetahui peredaran buku ajar bermasalah tersebut. Mereka resah dan berharap buku-buku itu segera ditarik.

“Pokoknya saya minta agar buku tersebut ditarik karena bisa merusak moral anak anak,” kata salah seorang wali murid, Abdul Kohar.

Kepala Sekolah SDN 01 Banyuputih, Sujenal Ngabidin, membenarkan peredaran buku ajar bermasalah tersebut di sekolahnya. Menurutnya, buku-buku itu didapat dari salah satu rekanan dari Dana Alokasi khusus atau DAK 2008.

Menurut Sujenal, buku-buku tersebut tak hanya beredar di sekolahnya. Buku-buku itu juga diterima sekolah lain bahkan di Madrasah Ibtidaiyah. Sujenal berjanji akan melaporkan masalah ini ke instansi terkait.

Ditemui secara terpisah Wakil Bupati Batang, H Achfa Machfudz, juga menyesalkan beredarnya buku ajar porno itu di wilayahnya. Dia mengaku telah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk mengusut masalah ini secepatnya. Dia juga mengatakan akan memberikan sanksi tegas pihak-pihak siapa pun yang terbukti kasus ini.

“Dinas Pendidikan secepat mungkin harus menarik buku tersebut. Pihak rekanan juga harus bertanggung jawab atas beredarnya buku-buku itu. Kepada semua kepala sekolah saya minta juga agar teliti sehingga kejadian memalukan ini tidak terulang,” ujar Achfa.

dtc/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…