Senin, 14 Desember 2009 14:40 WIB News,Hukum Share :

Brigjen (Purn) TNI jadi korban perampokan

Medan–Seorang pensiunan brigadir jenderal TNI terpaksa dirawat di rumah sakit karena dianiaya perampok, Senin (14/12). Penganiayaan itu terjadi saat korban berusaha melawan perampok yang menyantroninya rumahnya yang berada Kompleks Taman Setia Budi Indah II Blok V, Medan.

Brigjen TNI (Purn) Ali Imran Siregar kini mendapat perawatan serius di RS Gleni Jl Listrik, Medan. Sementara polisi masih melakukan penyelidikan atas perampokan tersebut.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, perampokan itu terjadi Senin pagi. Kawanan perampok yang diduga berjumlah empat orang, datang dengan menggunakan sebuah mobil Innova. Setelah berhasil masuk ke rumah, para pelaku mengancam para penghuni rumah dengan golok, kemudian menyekap dan mengikat penghuni rumah yang berjumlah empat orang.

Ali Imran yang melakukan perlawanan akhirnya menderita luka bacokan di tubuh. Namun karena perlawanan itu, seorang pembantu benama korban Aidil sempat melarikan diri dari pintu samping dalam kondisi tangan terikat dan kemudian meminta pertolongan.

Parlin, salah seorang saksi mata menyatakan sempat melihat sebuah mobil melaju kencang dari depan rumah korban. “Mobilnya Innova warna hitam, melaju kencang menuju pintu keluar komplek yang dari belakang,” kata Parlin.

Polisi yang datang ke lokasi segera melakukan identifikasi di lokasi kejadian. Terlihat darah korban berceceran di lantai ruang tamu hingga teras.

dtc/isw

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…