Minggu, 13 Desember 2009 16:02 WIB News Share :

Sri Mulyani
Yang punya rekaman di luar Depkeu adalah BPK

Jakarta–Bocornya rekaman rapat Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) tentang penyelamatan Bank Century menimbulkan teka-teki bagaimana bisa terjadi kebocoran.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, pihak lain yang memiliki rekaman rapat pembahasan pra pengambilalihan Bank Century pada tanggal 20-21 November 2008 selain Departemen Keuangan adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini terkait dengan posisi BPK yang melakukan proses investigasi kasus Bank Century sebelumnya.

“Yang punya rekaman itu diluar dari Depkeu adalah BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” kata Sri Mulyani dalam acara konferensi pers di kantornya, Minggu (13/12).

Namun Sri Mulyani mengatakan tidak tahu menahu mengapa rekaman tersebut jatuh ke tangan anggota pansus angket dalam hal ini Bambang Soesatyo.

Selain itu mengenai langkah selanjutnya terhadap tindakan Bambang Soesatyo, Sri Mulyani akan mempertimbangkan langkah hukum.

“Apakah saya akan melakukan langkah selanjutnya. Saya akan tetap mempertimbangkan hal itu,” kata Sri Mulyani.

Dalam konferensi pers hari ini Sri Mulyani dengan tegas membantah melakukan pembicaraan dengan Robert Tantular salah satu pemilik Bank Century. Bahkan ia juga melakukan rekontruksi mengenai rapat tersebut di depan banyak media.

“Saya tidak melakukan komunikasi dalam bentuk apa pun. Saya tidak pernah ditelepon dan menelepon, saya tidak kenal dan takĀ  pernah bertemu dengan orang yang namanya Robert,” tegasnya.

dtc/tya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…