Sabtu, 12 Desember 2009 14:50 WIB News,Ekonomi Share :

Wapres
penduduk miskin tinggal 10%

Jakarta–Angka penduduk miskin Indonesia menurun cukup drastis, sejak tahun 1990 yang mencapai 60%, hingga tahun ini yang mencapai kisaran 10%.

Hal ini disampaikan Wakil Presiden Boediono dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2009 pagi ini (12/12).

Menurut Boediono, pada tahun 1990, angka kemiskinan Indonesia sebesar 60% dinilai sangat tinggi. Namun, angka tersebut turun drastis 10 tahun kemudian.

“Ini catatan sejarah kita, penduduk miskin turun dengan pesat. Sejak tahun 1990 angka kemiskinan turun walaupun pada 1998, sempat naik sedikit karena ada krisis ekonomi,” ujar Boediono.

Boediono menambahkan sejak tahun 2000 sampai 2009 ini, angka kemiskinan berada di bawah 20%. Apalagi pada 2009 ini, angka kemiskinan berada sedikit di atas 10%.

“Dari 2000-2009 angka kemiskinan sudah di bawah 20%. Tahun 2009 di atas 10%,” jelas Boediono.

Menurut Boediono, angka kemiskinan ini masih bisa ditekan karena Indonesia memiliki potensi untuk menanggulangi kemiskinan ini. Potensi tersebut, jelas Boediono, adalah adanya struktur perekonomian dan pertumbuhan ekonomi yang baik serta program-program pemerintah untuk kesejahteraan rakyat.

“Saya yakin persentase masih bisa diturunkan jika kita memanfaatkan potensi ini,” ungkap Boediono.

Jika potensi tersebut bisa dijalankan, Boediono yakin persentase angka kemiskinan tahun ini sebesar 14,1% bisa ditekan hingga 8-10% pada 2014. Untuk itu, Boediono mengimbau pemerintah daerah selaku pelaksana lapangan untuk benar-benar memperhatikan kesejahteraan rakyat guna mengurangi angka kemiskinan.

“Ujung tombak ini muaranya di daerah. Itu akhirnya ada di tangan daerah di tingkat lapangan sehingga kita bisa mencapai angka-angka yang kita harapakan tadi,” harap Boediono.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…