Sabtu, 12 Desember 2009 18:53 WIB News Share :

SBY
isi perpecahan KIB II fitnah dan berita bohong

Jakarta–Rentetan berita miring yang datang menerpa personil Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II belakangan ini mulai dirasakan menganggu. Presiden SBY mengingatkan semua pihak agar tidak mudah menyebarkan dan termakan oleh berita bohong.

“Jangan main-main dengan fitnah dan berita bohong,” kata SBY dalam silahturahmi dengan Majelis Dzikir Nurussalam, di Ciawi, Bogor, Sabtu (12/12).

Presiden mengajak segala praktek bernegara dan kehidupan untuk dijalankan berdasarkan nilai-nilai ajaran agama. Yakni bebas dari aksi kekerasan baik fisik maupun verbal seperti penyebaran fitnah dan berita bohong.

“Bepolitik pun harus tanpa kekerasan. Politik yang kotor dan jauh dari tatakrama, bukan politik yang ingin kita tegakkan,” sambung SBY.

Presiden menekankan periode akhir masa tugasnya sebagai Kepala Negara, misi utamanya adalah menyelesaikan berbagai persoalan mendasar bangsa yang tersisa dan menyiapkan landasa kokoh pembangunan di masa berikutnya.

Agar tugas besar tersebut terlaksana baik, hendaknya semua pihak ikut berpatisipasi membantu dan bukan malah menganggu orang yang tengah menjalankan amanah dengan fitnah.

“Marilah kita jalankan bersama-sama dan tidak harus selalu diganggu dengan berbagai tindakan yang tentu saja akan mempengaruhi pelaksaan tugas orang orang yang sedang mengemban amanah,” tegasnya.

dtc/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…