Sabtu, 12 Desember 2009 19:19 WIB Wonogiri Share :

Marak penipuan berkedok hadiah, Pemkab sosialisasikan undian berhadiah


Wonogiri (Espos)–
Maraknya bentuk-bentuk undian gratis berhadiah yang berkembang dan menimpa masyarakat menjadi bentuk keprihatinan pemerintah.

Untuk itu, Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) Wonogiri menggelar sosialisasi penyelenggara undian berhadiah, sumbangan sosial dan corporate social responsibility (CSR), agar masyarakat dan perusahaan mengetahui hak dan kewajibannya.

Sosialisai digelar di Ruang Data, Kompleks Kantor Pemkab Wonogiri, Jumat (11/12). Menurut Sri Murniati petugas Dinkesos Provinsi Jateng, maraknya penipuan dengan berkedok undian gratis berhadiah baik melalui pos surat, telepon, SMS maupun kupon dalam produk tertentu akan berdampak negatif masyarakat.

“Dengan kejadian itu secara materiil masyarakat dirugikan dan pemerintah pun secara moril juga dirugikan karena dirasa tidak mampu melindungi masyarakat. Tindakan itu juga merugikan perusahaan yang dijadikan kedok penyelenggaraan undian.”

Dijelaskan oleh Sri Murniati, bentuk-bentuk undian harus seizin pemerintah, apalagi bentuknya undian gratis berhadiah sehingga pihak penyelenggara harus mengajukan izin undian gratis berhadiah ke Menteri Sosial (Mensos).

Pada bagian lain, dia menyatakan pengumpulan uang atau barang yang biasa disebut sumbangan sosial baik melalui cara bazaar, lelang, perangko amal, daftar derma, kupon/stiker, kotak sumbangan ataupun permintaan lisan, maka prosedur yang dilalui sama dengan undian berhadiah.

Sedangkan Sekda Wonogiri H Suprapto berharap sosialisasi tersebut dapat mewujudkan ketertiban dalam penyelenggaraan pelaksanaan undian berhadiah, penarikan sumbangan sosial dan CSR sebagai upaya perlindungan masyarakat sehingga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.

tus

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…