Sabtu, 12 Desember 2009 20:17 WIB Haji,Boyolali Share :

Kedatangan jemaah haji kloter 29 dahului kloter dari Semarang


Boyolali (Espos)–
Untuk kali pertama selama proses pemulangan jemaah haji Embarkasi Adisoemarmo Solo tahun 2009, kedatangan Kloter mendahului kedatangan Kloter yang dijadwalkan selanjutnya.

Yakni kedatangan Kloter 28 yang membawa jemaah haji asal Semarang, didahului oleh kedatangan Kloter 29 yang merupakan gabungan jemaah haji asal Jepara dan Semarang.

Salah satu pejabat Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adisoemarmo, Solo, Ahmad Su’aidi, menjelaskan Kloter 28 yang dijadwalkan tiba Sabtu (12/12) pukul 11.00 WIB, baru sampai di bandara pukul 15.07 WIB. Sedangkan Kloter 29 yang dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB, tiba pukul 13.48 WIB.
”Hal ini terjadi karena di Bandara King Abdul Aziz, Jedah, saat ini kondisinya sudah banyak gate yang tidak terpakai.

Sehingga tersedia gate lebih banyak bagi jemaah haji dari Indonesia. Akibatnya, keberangkatan pesawat yang lebih awal bisa saja terjadi,” ungkapnya saat ditemui Espos di Asrama Haji Donohudan (AHD), Sabtu.

Guna mengantisipasi kedatangan jemaah haji yang lebih awal dari waktu yang dijadwalkan, terangnya, sejak jauh hari PPIH telah melakukan melayangkan surat kepada pemerintah kabupaten/kota, agar kedatangan bus penjemputan jemaah haji ke AHD maksimal enam jam sebelum jadwal.

Ia juga mengungkapkan tahun ini jumlah penjemput pribadi yang langsung menjemput jemaah haji ke AHD jauh lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Hal ini menurut karena semakin meningkatnya kesadaran masyarakat.

Sabtu kemarin, kedatangan jemaah haji asal Boyolali yang dijadwalkan pukul 16.45 WIB, tiba di AHD pada pukul 17.20 WIB. Berdasarkan data PPIH hingga Sabtu, pukul 13.00 WIB, ada satu jemaah haji asal Boyolali yang meninggal dunia. Yakni Marinem binti Drono Sarijo, 56, asal Bandung RT 21, RW 3 Beji.
Sesampai di AHD, ujar Su’aidi, jemaah haji sebenarnya hanya akan transit selama kurang lebih 40 menit.

ewt

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…