Sabtu, 12 Desember 2009 08:10 WIB Solo Share :

Jelang Pilkada Solo, PDIP pilih Rakercabsus

Solo (Espos)–Kepastian siapa calon walikota dan wakil walikota yang akan dijagokan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo bakal muncul dalam rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) yang digelar 27 Desember, di Grha Sabha Buana, Solo.

Siapa pun calon yang diusulkan dalam Rakercabsus, harus memberikan jawaban sanggup atau tidak saat itu juga. Wakil Ketua DPC PDIP Solo, Windu Winarso mengatakan soal sanggup tidaknya atau bersedia tidaknya calon-calon yang diusulkan dalam Rakercabsus untuk diusung dalam Pilkada, akan dikembalikan kepada calon yang bersangkutan.

“Seandainya, dalam Rakercabsus itu muncul nama Jokowi, maka akan kami kembalikan kepada yang bersangkutan untuk menjawab sanggup atau tidak menerima amanah dari partai. Kalau jawabannya tidak, ya tentunya akan ada nama lain yang muncul,” terang Windu, kepada Espos, melalui telepon, Jumat (11/12).

Windu mengakui ada dukungan terhadap Walikota Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali maju dalam Pilkada 2010 melalui PDIP. Tak hanya dukungan dari internal PDIP, tetapi juga dari kalangan masyarakat. Salah satunya yaitu penghuni Rusunawa Begalon II, yang pernyataan dukungannya disampaikan kepada Jokowi, Hadi Rudyatmo dan DPC PDIP.

Bahkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP pun sudah mengisyaratkan restunya kepada pasangan Jokowi-Rudy untuk maju lagi dalam Pilkada. Wakil Ketua DPC PDIP Solo, YF Sukasno mengatakan dalam Rakerda PDIP di Semarang, Minggu (6/12) lalu, pihak DPP menyebutkan nama Jokowi-Rudy yang akan maju dalam Pilkada Solo 2010 melalui PDIP.

Dan bila Jokowi diusulkan sebagai calon walikota dalam Rakercabus, lanjut Windu, maka Jokowi pun harus memberikan jawaban akan menerima atau tidak, pada saat itu juga. “Tetapi kepastiannya seperti apa, ya nanti lihat di Rakercabsus saja.”

Windu menambahkan Rakercabsus akan diikuti seluruh pengurus DPC dan PAC, ditambah ketua dan sekretaris dari tingkat Ranting. Pelaksanaan Rakercabsus dipimpin oleh DPP atau utusan DPD yang mendapat mandat. Dalam Rakercabsus, semua utusan yaitu DPC, 5 PAC dan 51 Ranting akan membuat pandangan umum terkait pencalonan. Pandangan umum itu lalu disimpulkan dan akan ditetapkan oleh pimpinan sidang.

Pemilihan Rakercabsus tersebut, menurut Sukasno, merupakan hasil rapat kerja PAC dan Ranting PDIP, yang digelar Kamis (10/12) malam. Rapat dengan agenda sosialisasi SK 435 tersebut, sekaligus menetapkan bahwa tahapan pencalonan walikota dan wakil walikota akan dilakukan melalui Rakercabsus, bukan konferensi cabang (Konfercab).

Sementara, terkait dengan deklarasi koalisi PKS-PAN yang menjagokan Jokowi dan Achmad Purnomo, Sukasno menilai hal itu sebagai sebuah kewajaran. Tapi PKS dan PAN harus lebih dulu melakukan pendekatan dan melobi calon yang bersangkutan.

iik

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…