Sabtu, 12 Desember 2009 00:41 WIB Wonogiri Share :

Jelang Musda, 18 PK PG resmi calonkan Edy jadi Ketua DPD


Wonogiri (Espos)-
-Sejumlah 18 pimpinan kecamatan partai (PK PG) dari 25 PK PG di Wonogiri mendeklarasikan dan menyatakan dukungan terhadap Edy Santoso menjadi Ketua DPD PG Wonogiri periode 2009-2015.

Mereka juga meminta panitia musyawarah daerah (Musda) VIII PG Wonogiri digelar sesuai petunjuk pelaksana (Juklak) DPP PG yakni pelaksanaan Musda paling lambat 31 Desember 2009.

Pembacaan deklarasi dukungan terhadap calon oleh PK PG Baturetno, Maryanto dilakukan di RM Fajar, Wonogiri, dilakukan Kamis (10/12) malam. Deklarasi dihadiri oleh calon Ketua DPD PG Wonogiri periode 2009-2015, Edy Santoso, pengurus DPD PG Wonogiri, seperti Soefi Hartoyo, Sri Hardono, Djoko Santoso serta pengusaha baksi Titoti, Slamet Triyanto dan kelompok pengajiannya.

Pimpinan ke-18 PK PG Wonogiri hadir saat deklarasi dan menandatangani surat dukungan. Dalam deklarasinya, disebutkan pertimbangan pencalonan Edy Santoso yang kini sebagai Sekretaris DPD PG Wonogiri dilakukan untuk mengembalikan kejayaan PG.

Kemunculan, Edy diharapkan membawa pembaharuan setelah terjadi penurunan suara PG saat pemilihan gubernur Jateng 2008, pemilihan legislatif 2009 dan Pilpres 2009.

Selain itu, tegas Maryanto, dalam Juklak DPP Nomer: Juklak I/DPP/Golkar/X/2009, tertanggal 30 Oktober 2009 romawi XI, masa jabatan Ketua PG tidak boleh lebih dari dua periode.
Ditambahkan oleh PK PG Sidoharjo, Suhardono, Ketua DPD PG saat ini, dr Y Sumarmo telah menjabat dua periode. “Dalam rapat SC (steering commite) dan OC (organizing commite) beberapa waktu lalu sudah disepakati unsur pimpinan PG Wonogiri melakukan koordinasi ke DPD PG provinsi dan Musda digelar sesuai Juklak DPP, sebelum Januari 2010.”

Suhardono mengatakan, aturan dibuat untuk ditaati dan bukan dilanggar. “Jika ada pelanggaran Juklak, berarti sudah tidak ada lagi ketaatan aturan. Kalau sudah seperti itu akan dibawa ke mana partai nanti.”

Sedangkan ke-18 PK PG, dukungan juga diberikan oleh Al Hidayah, MKGR, MDI, Kosgoro dan KPPG. Ke-18 PKPG itu adalah, PK PG Wuryantoro Retno Haryani, PKPG Sidoharjo (Suhardono), PKPG Ngadirojo (Sadimin), PKPG Jatipurno (H Suyoto), PKPG Purwantoro (Gatot Riyomo), PKPG Nguntoronadi (Sugeng Ahmady), PKPG Kismantoro (Sutiyo) PKPG Puhpelem (Sarlan), PKPG Giritontro (Surahmin), PKPG Slogohimo (Karmin). Juga PKPG Paranggupito (Hadi Kasino), PKPG Baturetno (Maryanto), PKPG Pracimantoro (Sugiyarto), PKPG Batuwarno (Suratman), PPG Tirtomoyo (Santoso SD) dan PKPG Karangtengah (Ambar Mulyadi) serta PKPG Eromoko (Darno Loncong), PKPG Giriwoyo (Sutiyono).
Selain itu, juga Al Hidayah (Hj S Maryati), MKGR (Suharyoko), MDI (KH Nurhadi Syafei), Kosgoro (Sumirat) dan KPPG (Hj Endang Maria).

tus

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…