Sabtu, 12 Desember 2009 19:45 WIB News Share :

Bus Kramat Djati tabrak dua rumah warga

Slawi– Bus Kramat Djati bernomor polisi B 7567 WY jurusan Jakarta-Purwokerto, Sabtu (12/12), menabarak dua bangunan rumah di Dukuh Kesambi, Desa Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

“Bus menabrak dua bangunan rumah, satu rumah milik saya dan satunya adalah Gedung atau Kantor Badan Pengawas Desa, yang letaknya saling bersebelahan,” kata pemilik rumah yang menjadi korban, Sutanto (45) di lokasi kejadian di Slawi.

Menurutnya, dalam kecelakaan itu tidak ada korban jiwa yang tewas, namun pengemudi bus, Abdullah (50) mengalami luka parah sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soeselo Slawi.

Berdasarkan informasi dari warga yang menyaksikan kejadian itu, katanya, bus melaju dengan kecepatan tinggi dari arah utara (Jakarta) ke selatan (Purwokerto). “Bus berniat mendahului sebuah sedan yang melaju searah, ternyata lebar jalan terlalu sempit, sehingga bus menabrak sebuah pohon asem yang terletak di sebelah kanan bus,” katanya.

Pengemudi bus segera membanting kemudi ke kanan, katanya, namun kemudinya terlalu ke kanan sehingga menabrak dua bangunan rumah.

“Saat itu saya dan Sorayah (55)istri saya sedang makan di ruang belakang, tiba-tiba ruang tidur dan dapur kami hancur tertabrak bus,” katanya.

Abdullah, pengemudi bus didampingi Warli (42) kondektur bus di Ruang Bugenvill RS Dr Soeselo Slawi, mengatakan, kejadian itu diakibatkan karena sempitnya jalan raya.

“Saya tidak menyadari saat bus akan menabrak pohon, saat saya mengerem, ternyata sudah terlambat, bus menabrak pohon. Kemudian, kemudi saya arahkan ke kanan, karena terlalu ke kanan, bus nabrak rumah,” katanya.

Seluruh penumpang bus berjumlah 20 orang, katanya, dalam keadaan selamat, hanya beberapa mengalami luka ringan, tapi dirinya mengalami patah tulang kaki.

“Tadi menurut pemeriksaan dokter, saya mengalami patah tulang kaki di bagian tulang kering, serta luka robek cukup panjang di kaki sebelah kanan,” kata pria asal Pagerbarang Kabupaten Tegal.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tegal, AKP Valent mengatakan, peristiwa yag terjadi di wilayahnya itu memang disebabkan kelalaian pengemudi.

“Dari penyelidikan, polisi menemukan kejadian itu akibat kelalaian sopir saat hendak mendahului mobil, padahal jalan sempit, akibatnya bus menabrak pohon dan juga menabrak rumah,” katanya.

ant/isw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…