Jumat, 11 Desember 2009 22:45 WIB Sragen Share :

Suhu politik jelang Konfercab PDIP Sragen memanas


Sragen (Espos)–
Sejumlah Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kecamatan Ngrampal dan Gondang memprotes kebijakan Ketua PAC setempat yang mengadakan rapat PAC dalam rangka persiapan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP di Dayu Park Sragen, Kamis (10/12) malam.

Mereka mempertanyakan tentang lokasi pelaksanaan rapat di Dayu Park, padahal rapat PAC itu bisa dilaksanakan di masing-masing wilayah PAC seperti saat sosialisasi Surat Keputusan DPP PDIP omor 435/2009 dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) PDIP di Sekretariat DPC PDIP Sragen.

Bendahara PAC PDIP Ngrampal, Pardjiman saat ditemui Espos, Jumat (11/12) siang, mengatakan, dari sebanyak tujuh pengurus PAC Ngrampal yang diundang ke Dayu Park pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB, ternyata sebanyak empat di antaranya hadir. Dia mengaku tidak hadir dalam pertemuan PAC di Dayu itu, karena secara procedural undangannya cukup mepet, yakni sekitar satu jam sebelum acara dimulai.

“Saya tidak biasa menghadiri pertemuan partai pada malam hari. Saya mempertanyakan mengapa rapat PAC yang mestinya bisa dilakukan di PAC masing-masing kok diadakan di Dayu Park. Apa pun keputusan rapat itu, saya tetap akan menolaknya. Kami juga akan meminta DPD PDIP Jawa Tengah untuk memfasilitasi permasalahan jika terjadi ketidaksahan dalam pengambilan keputusan di rapat PAC,” tegasnya.

Sebagaimana diatur dalam SK DPP PDIP Nomor 435/2009 tentang petunjuk pelaksana (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) Konfercab PDIP, bahwa setiap PAC memiliki hak satu suara untuk memilih Ketua DPP, satu hak suara untuk memilih Ketua DPD PDIP Jateng dan satu suara untuk memilih Ketua DPC PDIP Sragen.
Khusus untuk pemilihan Ketua DPP dan DPD sudah dikondisikan berdasarkan Rakerda PDIP Jateng, bahwa Mgeawati Soekarnoputri tetap akan dipilih menjadi Ketua Umum PDIP dan Murdoko sebagai Ketua DPD PDIP Jateng.

Hal senada di sampaikan sejumlah Pengurus PAC PDIP Gondang. Wakil Ketua PAC PDIP Gondang, Bambang Sumarso mengungkapkan, pada dasarnya pihaknya tidak mempermasalahkan mepet waktu undangan. Dia mengaku ikut menghadiri pertemuan PAC di Dayu Park bersama delapan pengurus PAC lainnya.

Lebih lanjut dikatakan Sutarjo, dalam mekanisme internal PDIP, sahnya keputusan rapat itu apabila dihadiri 2/3 pengurus. Dalam rapat yang digelar Kamis pagi itu, ujarnya, empat orang yang tidak diundang, sehingga hanya lima orang yang kemungkinan rapat sendiri.

Sementara itu, salah satu kandidat Ketua DPC PDIP Sragen, dr Kusdinar Untung Yuni Sukowati membantah adanya pengkondisian PAC di Dayu Park dan tidak ada rapat PAC dari mana pun di Dayu Park. Kendati demikian, politikus muda yang sering disapa Yuni itu mengakui, Dayu Park merupakan posko tim sukses bagi dirinya dalam pencalonan di Konfercab yang bakal berlangsung Desember ini.

”Karena Dayu Park ini merupakan posko, maka banyak tim sukses saya yang ada di Dayu Park. Tim sukses itu terdiri atas unsur DPC PDIP dan unsur PAC. Kalau rapat PAC mestinya dilakukan di masing-masing PAC, tidak ada rapat PAC di Dayu Park. DPC tidak pernah intervensi kepada PAC dalam penyelenggaraan rapat.”

trh

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…