Jumat, 11 Desember 2009 21:58 WIB Solo Share :

Sompis tolak relokasi PKL Jl Radjiman

Solo (Espos)–Rencana Pemkot Solo melakukan penataan PKL sebanyak 59 unit di Jalan Radjiman Laweyan menuai kecaman. Solidaritas Masyarakat Pinggiran Surakarta (Sompis) menilai, rencana Pemkot yang merelokasi para PKL ke pasar-pasar terkesan arogan dan mengabaikan proses dialog dengan PKL.

“Kami menyatakan menolak rencana relokasi ke pasar-pasar formal, karena akan membunuh mata pencaharian PKL,” tegas Dewan Presidium Sompis, Muhammad Mukti kepada Espos, Kamis (11/12).

Menurut Mukti, habitat PKL bukanlah di dalam pasar formal sebagaimana anggapan Pemkot Solo selama ini. Sehingga, jika Pemkot memaksakan kehendak untuk merelokasi PKL ke dalam pasar-pasar yang masih kosong, maka hal itu sama halnya dengan membunuh kehidupan PKL.

Selain alasan tersebut di atas, hal lain yang menurut Mukti tak masuk akal ialah karena relokasi selama ini mengabaikan proses dialog dan sosialisasi. “Yang ada adalah sosialisasi final bahwa kami harus mengosongkan tempat dagangan. Ini kan tak fair,” jelas pria yang yang ketua paguyuban PKL Ronggolawe.

Bukan itu saja. Pemkot Solo, kata Mukti,  dalam membikin kebijakan dinilai tak memperhatikan aspek kelayakan di sekitar PKL Radjiman. Pasalnya, keberadaan PKL di Jalan Radjiman selama ini dinilai tak menggangu arus lalu lintas baik itu pejalan kaki atau pengendara. “Kami yang lebih tahu apa kebutuhan kami. jadi, kami butuh kenyamanan dalam bekerja,” terangnya.

asa

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…