Jumat, 11 Desember 2009 16:44 WIB Ah Tenane Share :

Slilit sak untune

11ahtenaneJon Koplo, seorang pegawai perusahaan swasta yang cukup terkenal di Solo ini punyai hobi uthik-uthik untu sehabis makan. Dari makan sate sampai makan bubur, wajib hukumnya untuk membersihkan gigi dengan tusuk gigi.

Tragedi yang ngguyokke ini dialami Jon Koplo beberapa waktu lalu gara-gara uthik-uthik untu juga.
Pagi sebelum Koplo berangkat kerja, Gendhuk Nicole, sang istri berujar, ”Pah, anak kita Tom Gembus hari ini minta dimasakkan rica-rica ayam. Boleh kan, Pa?” tanya Nicole.
”Ya. Boleh, boleh! Sudah lama nggak masak rica-rica ayam. Yang pedes Mah, biar mantep,” usul Koplo.

Setelah mendapat restu plus uang belanja dari Jon Koplo, Gendhuk Nicole ke pasar untuk belanja bahan masakan plus tusuk gigi untuk pelengkap makan malam suaminya.
Sore hari setelah pulang kerja, Jon Koplo langsung ke dapur mengecek menu makan malam, ”Wah, mak nyuuusss!” ujar Jon koplo setelah ngincipi masakan istrinya.
Setelah istirahat, mandi dan ganti baju, waktu makan malam pun tiba. Jon Koplo dan Tom Gembus sudah siap di meja makan. Nasi, rica-rica, krupuk, teh anget dan peralatan makan sudah tersedia komplet sak tusuk giginya.

Tanpa banyak tanya, Jon Koplo langsung nyikat rica-rica ayam. Wus… wus… wusss… Dalam sekejap isi piring pun sudah pindah ke perutnya.
Seperti biasa, setelah menikmati makanannya, Koplo masih menikmati uthik-uthik untu-nya dengan penuh perasaan.

Namun kali ini sang slilit agak susah dikeluarkan. Koplo pun lebih mempeng lagi nyuthik-nya. Tiba-tiba saja… Mak kluthik! Koplo berhasil nyuthik slilit-nya kaluar. Namun sang slilit tidak keluar sendiri, melainkan ditemani salah satu giginya yang tiba-tiba saja copot. Ternyata salah satu gigi Koplo plus akarnya katut ter-cuthik gara-gara sering di uthik-uthik.

Oleh : Kiriman Nurrahman Aji Utomo, Jl Duwet No 36, Karangasem, Bulak Indah, Laweyan, Solo

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…