Jumat, 11 Desember 2009 16:59 WIB News Share :

Polisi bantah senpi & peluru di tubuh Nasrudin tak cocok

Jakarta--Mabes Polri memastikan anak peluru yang bersarang di tubuh Nasrudin Zulkarnaen identik dengan selongsong senjata yang dijadikan bukti dalam kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran (PRB) itu. Anak peluru itu berkaliber 38.

“Kita lakukan uji balistik. Ternyata identik, sama anak peluru yang ada di korban maupun senjata yang ditemukan,” kata Kepala Departemen Balistik Metalurgi Forensik, Kombes Pol Amri Kamil di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (11/12).

Saksi ahli balistik A Simanjuntak, Kamis (10/12) kemarin menyatakan peluru yang digunakan menembak Nasrudin tidak cocok dengan jenis pistol yang diperlihatkan JPU. Peluru tersebut merupakan 9 mm, sedangkan anak peluru dari pistol SNW berjenis revolver yang dijadikan bukti kalibernya 38.

Amri memastikan polisi telah melakukan semua prosedur untuk menentukan jenis peluru di tubuh Nasrudin. “Pertama dari olah TKP, jarak tembak, terkena tembakan, sudut tembak, dan menyangkut masalah anak peluru. Setelah kita olah, kita tahu anak peluru yang disita penyidik dari dokter forensik kita teliti ternyata itu peluru 38,” katanya.

Setelah itu, lanjut Amri, pihaknya kemudian memberikannya ke reserse. Reserse kemudian mencari senjatanya. “Yang tahu balistik itu Puslabfor. Ada alatnya. Lengkap dan super canggih. Alat bukti tidak pernah bohong. Apa yang disita penyidik itu yang kita periksa, hasilnya seperti itu,” jelasnya.

dtc/isw

Lowongan Pekerjaan
OPERATOR CETAK PT Solo Grafika Utama, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…