Jumat, 11 Desember 2009 10:23 WIB Ekonomi Share :

Jelang Natal dan Tahun Baru, Balapan tambah kereta ekstra


Solo (Espos)–
Stasiun diminta tegas memberhentikan setiap kereta api yang melintas dan masuk daerah operasi (Daop) VI PT Kereta Api Indonesia (KAI), ketika kedapatan membawa penumpang liar yang ada di kabin atau lokomotif kereta.

Hal ini disampaikan Executive Vice President (EVP) Daop VI PT KAI, Noer Hamidi, sebagai bagian dari operasi keselamatan lalu lintas kereta api menjelang Natal dan tahun baru 2010. “Kalau ada yang kedapatan membawa penumpang liar di kabin atau lokomotif, maka setiap stasiun yang ada di Daop VI wajib saling menginformasikan, memberhentikan kereta dan meminta agar penumpang liar turun. Kalau penumpang tidak mau turun, kereta tidak akan dijalankan,” tutur Noer.

Ia menyampaikan, peraturan ini berlaku di semua jenis stasiun. “Jadi, misalnya ada kereta bisnis berangkat ke Jakarta dari Stasiun Solo Balapan, maka di Stasiun Gawok misalnya, kereta tersebut bisa diberhentikan. Kendati pada umumnya, kereta bisnis tidak berhenti di stasiun tersebut,” paparnya.

Sementara, pada bagian lain, Wakil Kepala Stasiun Solo Balapan, Suyatno menyampaikan, menjelang Natal dan tahun baru 2010, stasiun dipastikan menambah kereta api ekstra Argolawu yang berangkat dari Solo pukul 09.45 WIB, menjemput pemudik dari Jakarta. Kereta tersebut dioperasikan Kamis (17/12), Rabu-Kamis (23-24/12) dan Kamis (31/12).

“Kereta ini akan menjemput pemudik dari Jakarta, sehingga kemungkinan besar, kereta ini berangkat dari Solo dalam kondisi kosong. Penambahan kereta ekstra ini dilakukan karena penumpang reguler dari Jakarta pada Rabu-Kamis (23-24/12), sudah penuh,” papar Suyatno, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (10/12).

Sementara, kereta ekstra Argolawu pukul 21.45 WIB menuju Jakarta akan dioperasikan Minggu ( 20 dan 27/12 serta 3/1). Suyatno menambahkan, penjualan tiket dari Solo yang merupakan arus balik libur Natal dan tahun baru 2010 masih stabil. “Belum ada peningkatan yang signifikan, kecuali tanggal 27 Desember, penjualan tiket reguler sudah 100%.”

haw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…