Jumat, 11 Desember 2009 12:45 WIB News Share :

Isu perpecahan KIB menguat terkait Bank Century?

Jakarta–Beredarnya isu perpecahan di tubuh kabinet patut untuk ditelusuri lebih lanjut. Jika benar, maka hal itu semakin menegaskan ada sesuatu yang terjadi yang berhubungan dengan kasus Bank Century.

“Saya kira itu perkembagan menarik, tapi bukan mensyukuri. Itu indikasi ada sesuatu hal yang patut ditelusuri, jika benar berarti ada kegoyahan dalam kabinet yang menunjukkan harus ditelusuri terkait penegakan hukum,” ujar Direktur Reform Institute Yudi Latief, Jumat (11/10).

Adanya perpecahan, lanjut Yudi, menunjukkan sikap kabinet tidak solid dan hal itu menunjukkan ada sesuatu yang memang terjadi pada kasus Century. “Berarti dalam kabinet itu ada yang salah sehingga memberi keraguan bagi beberapa menteri untuk mendukung. Keraguan itu muncul karena (merasa) salah kalau mendukung ajakan untuk menjadi bagian kehancuran,” jelasnya.

Berbeda dengan Yudi, Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari meragukan adanya perpecahan di tubuh kabinet karena menurutnya tidak ada menteri yang mendukung Boediono dan Sri Mulyani. “Kalau memang pecah, siapa yang mendukung Boediono dan Sri Mulyani?” tanyanya.

Saat ini di Kebinat Indonesia Bersatu II hanya ada menteri dari parpol dan non parpol. “Dari kalangan parpol, para menteri pasti ikut keputusan parpolnya mendukung hak angket Bank Century. Sementara yang non parpol itu pasti hanya memberikan loyalitasnya ke SBY,” jelasnya.

Menurut Qodari, isu tersebut telalu spekulatif.  Sebab, gaya Boediono jelas berbeda dengan Jusuf Kalla (JK).

“Itu gosip terlalu spekulatif. Kalau JK jelas proaktif dan orang partai hingga memiliki gerbong. Tapi Boediono tidak punya gerbong. Boediono dan Sri Mulyani tidak punya partai. Jadi siapa yang mau dukung? Partai mana yang mau dukung?” ujarnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…