Jumat, 11 Desember 2009 14:05 WIB News Share :

AJI berikan penghargaan karya jurnalistik

Jakarta–Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) kembali memberikan penghargaan karya jurnalistik terbaik untuk isu perburuhan. Penghargaan diberikan, Jumat (11/12), di Jakarta, untuk kategori media cetak/online, radio, dan televisi. Juga bagi karya foto yang mengangkat isu perburuhan.

Karya yang masuk pada tahun ini 149, terdiri dari 85 karya kategori cetak, 13 kategori televisi, 33 foto, dan 18 karya jurnalistik radio. Foto adalah kategori baru untuk tahun ini.

Dari 85 karya cetak maupun online yang masuk terpilih 3 karya pemenang. Yakni Sudrajat dari Koran Tempo dengan karyanya Janji Kosong Broker TKI ke Korea; Ridwan Max Sijabat dari The Jakarta Post dengan karya berjudul Govt Respons too Late to Stop Child Labour; NTT to Fall Down Deeper into Crises this Year; Analyst Warns; Crisis Sends School-Age Children to Work. Pemenang lainnya adalah Ayu Prawitasari dari Solo Pos dengan karya berjudul Geliat Buruh Bertahan Hidup di Kota Makmur.

Penilaian dilakukan dewan juri didasarkan pada gagasan berita, komposisi struktur, bahasa dan teknik penyajian, etika serta isi tulisan.

Untuk kategori foto, karya dinilai berdasarkan kesesuaian tema dan penyajian, yang merupakan salah satu unsur yang dijadikan barometer penilaian bagi dewan juri. Pemenang-pemenang kategori foto adalah Afriadi Hikmal dari Jakarta Globe dengan Fashion Victims; Raden Yusuf Hidayat dari Batam Pos dengan karya berjudul Si Tono Pencetak Batubata; serta Danu Kusworo dari Kompas dengan karya berjudul Pentingnya Buruh Bersatu.

Pada kategori radio, penilaian dilakukan dengan memberikan penekanan pada pemberian ruang untuk penyampaian gagasan tentang liputan perburuhan. Pemenangnya adalah Andreas Ronny dari KBR 68 H, Irvan Imamsyah dari KBR 68 H, dan Sri Lestari dari BBC Siaran Indonesia.

Pemenang kategori televisi yaitu Utami Dewi dan Ubaidilah NS dari TPI dengan karya berjudul PHK Tak Selamanya Berujung Petaka; Yolinda Puspita Rini dari Trans 7 dengan karya berjudul TKW Terzalimi; serta Elly Husin dan Vicci Fatalaya dari RCTI dengan karya berjudul TKI dari Qatar.

Karya-karya yang masuk terlebih dahulu melalui proses administrasi untuk pemeriksaan kelengkapannya serta kesesuaian tema dan bentuk karya yang disyaratkan dalam pengumuman sebelumnya. Dewan juri terdiri dari praktisi-praktisi jurnalis.

Seluruh karya yang masuk dalam karya dijadikan dokumentasi dalam bentuk buku dan CD.

Selain AJI, acara ini juga didukung American Centre for International Labour Solidarity (ACILS), Friedrich Ebert Stiftung (FES), dan International Labour Organization (ILO).
Kompas.com/tya

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…