Kamis, 10 Desember 2009 16:28 WIB Solo Share :

Warga Soloraya demo tuntut peningkatan pelayanan kesehatan


Solo (Espos)-
-Puluhan peserta jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) wilayah Soloraya, Kamis (10/12), unjuk rasa menuntut peningkatan standar pelayanan kesehatan.

Aksi dilakukan dengan mengatasnamakan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Solo digelar untuk memperingati hari hak asasi manusia (HAM) internasional. Massa memulai aksi dari Jl Slamet Riyadi tepatnya di sekitar Kompleks Stadion R Maladi. Selanjutnya mereka long march menuju Bundaran Gladak, Pasar Kliwon.

Setelah berorasi di Gladak, pengunjuk rasa bergeser menuju Kompleks Balaikota Solo, bermaksud bertemu dengan Walikota Joko Widodo (Jokowi).

Namun massa harus kecewa lantaran Jokowi tidak dapat menemui pengunjuk rasa. Korlap aksi, Gatot Subagyo mengatakan selama ini RS terkesan mempersulit pelayanan kesehatan bagi pengguna Jamkesmas dan Jamkesda. Modusnya dengan beralasan bahwa kamar atau ranjang kamar kelas III yang selama ini bagi pasien keluarga miskin (Gakin) sudah habis.

“Kami minta fasilitas bagi pengguna Jamkesmas dan Jamkesda ditingkatkan, selama ini terkendala penolakan RS,” ujarnya.

Dia menyampaikan, pengguna Jamkesmas dan Jamkesda juga seringkali masih harus membayar obat resep dokter. Padahal menurut Gatot, sebelumnya pihak RS tidak memberitahu mengenai penggunaan obat berdasar resep dokter tersebut.

kur

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…