Kamis, 10 Desember 2009 16:25 WIB News Share :

Tolak UN, 2500 siswa SMA dan SMK geruduk DPRD Garut


Garut–
Sekitar 2500 siswa SMK dan SMA berunjuk rasa ke Gedung DPRD Garut, Jawa Barat. Para pelajar ini mendesak penghapusan Ujian Nasional(PN). Namun dari 50 anggota dewan, hanya ada 2 orang yang ada di tempat.

Para siswa ini datang secara bergelombang dari berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Garut, Kamis (10/12). Mereka naik kendaraan roda dua maupun empat.

Sesampainya di depan gedung DPRD Garut, para pelajar ini berniat langsung masuk ke dalam. Mereka ingin bertemu dengan para anggota dewan.

Namun keinginan itu tak berjalan mulus. Mereka dihadang oleh aparat kepolisian. Aksi saling dorong antara siswa dan polisi pun terjadi. Tapi tidak berlangsung lama. Akhirnya sekitar 100 orang siswa diizinkan masuk.

Sesampainya di lobi gedung DPRD Garut, para siswa ini tidak langsung diterima anggota dewan. Sebab dari 50 anggota dewan, ternyata cuma ada dua orang yang hadir. Salah satunya Helmi Budiman, Ketua Komisi D yang membidangi pendidikan.

Hal ini membuat para siswa kecewa. Mereka kemudian melakukan aksi corat-coret di dinding gedung dewan dengan spidol dan alat tulis lainnya. Isi coretan tak lain soal penolakan mereka terhadap UN.

Beberapa menit kemudian, para siswa akhirnya berdialog dengan Helmi di ruang paripurna. Dalam kesempatan itu, para siswa meminta ketegasan DPRD Garut menolak pelaksanaan UN.

“Penentuan kelulusan oleh pemerintah pusat sangat memberatkan siswa di daerah. UN juga menyebabkan siswa mengambil jalan pintas, misalnya membeli jawaban soal dan sebagainya,” ujar seorang siswa.

Para siswa juga meminta dibuatkan berita acara penolakan UN yang ditandatangani DPRD dan Dinas Pendidikan Garut. Berita acara itu selanjutnya diserahkan ke Depdiknas. Usai berdialog, para siswa meninggalkan gedung dewan dengan tertib.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…