Kamis, 10 Desember 2009 22:43 WIB Solo Share :

Pembagian kios curang, Pedagang Windujenar resah


Solo (Espos)–
Para pedagang Pasar Windujenar dibikin resah oleh ulah oknum yang bermain di dalam pasar. Penyebabnya, kios-kios milik sejumlah pedagang yang kini tengah dalam proses pembangunan itu mendadak disingkirkan di belakang pasar oleh oknum yang tak bertangungjawab.

Data yang dihimpun Espos, mereka yang disingkirkan di belakang pasar tersebut adalah para pedagang yang sudah berjualan sejak puluhan tahun silam. Bahkan, ada salah satu pedagang renta yang berjualan sejak 50-an tahun silam juga ikut disingkirkan.

“Saya kaget ketika mendapatkan edaran dari DPP (Dinas Pengelola Pasar-red) bahwa kios kami berada di pojok belakang yang tak terlihat. Padahal, kios saya terletak di depan,” tukas Suparno kepada Espos di pasar setempat, Kamis (10/12).

Nasib pria yang mengaku berjualan sejak 30-an tahun silam itu ternyata tak sendirian. Mbah Sutrinem, 65, yang sejak awal  berjualan di depan pasar juga bernasib sial. Kios satu-satunya yang telah mendapatkan surat hak pakai (SHP) sejak tahun 1965 itu ternyata disingkirkan di ujung belakang pasar yang aksesnya susah.

Menurut Apin, salah satu pedagang Pasar Windujenar, pembagian kios di Pasar Windujenar penuh dengan kecurangan. Dari 15 pedagang yang rata-rata berjualan besi bekas, lima di antaranya telah disingkirkan. Kemudian, kios-kios baru yang sekarang berada di depan akan ditempati oleh oknum.

Penyingkiran kios-kios tersebut, menurut para pedagang dipicu oleh ulah oknum yang ingin merebut kios pedegang lama. Mengenai identitas oknum yang dimaksud, pedagang mengatakan itu dari pedagang sendiri yang kebetulan punya kedekatan dengan orang-orang DPP.

Pedagang sendiri mengaku kecewa dengan sikap DPP lantaran sudah delapan kali mereka melaporkan kasus tersebut, namun tak ada tanggapan.

asa

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…