Kamis, 10 Desember 2009 13:55 WIB News Share :

Kontras desak SBY terbitkan Keppres pengadilan HAM

Jakarta--Penegakkan HAM di Indonesia dinilai masih sangat memprihatinkan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didesak segera mengeluarkan Keppres untuk dibentuk Pengadilan HAM Ad Hoc.

Demikian disampaikan Koordinator Kontras Usman Hamid dalam aksi memperingati Hari HAM Sedunia di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (10/12). Sekitar 1.000 orang dari elemen masyarakat mengikuti aksi ini.

Usman menyatakan saat ini kehidupan para petani dan buruh masih memprihatinkan. Masih banyak petani dan buruh yang mengalami kekerasan dari aparat. Pemerintah harus meperhatikan nasib mereka, membuka lapangan pekerjaan, menaikkan upah buruh, dan harus ada reformasi agraria agar petani mendapatkan tanahnya kembali.

Kontras telah mengirim surat ke Presiden SBY agar Presiden segera mengeluarkan Keppres untuk dibentuk Pengadilan HAM Ad Hoc. Pengadilan itu untuk mengadili pelaku pelanggaran HAM berat. “Misalnya, penculikan aktivis di Tanjung Priok, Talang Sari. Sampai hari ini belum terealisasikan, ini menunjukkan HAM di Indonesia masih memprihatinkan,” katanya.

Aksi dimulai pukul 11.20 WIB. Massa terdiri atas berbagai elemen masyarakat. Beberapa anak-anak tampak terlihat meramaikan aksi. Satu orang ibu-bu sempat pingsan saat mengikuti aksi tersebut.

dtc/isw

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…