Kamis, 10 Desember 2009 20:33 WIB Klaten Share :

Konservasi Plaosan terkendala musim

Klaten (Espos)–Upaya konservasi atau pemeliharaan Candi Plaosan, Klaten terkendala musim hujan. Pasalnya, udara yang lembab memicu tumbuhnya lumut kerak dalam jumlah yang banyak pada arca batu.

Ketua Unit Candi Plaosan, Dra Siti Rohyani MHum mengatakan, akibat gempa bumi tiga tahun silam, beberapa bagian dari Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul mengalami kerusakan parah.
Pemugaran Candi Plaosan dimulai pada bulan Mei 2007 hinga Oktober 2009 lalu. Menurutnya, langkah yang harus dilakukan pascapemugaran tersebut adalah upaya konservasi candi secara berkelanjutan yang dimulai pada awal Desember lalu.

Dalam hal ini, pihaknya menyiapkan sebanyak 18 personel untuk menjalankan program konservasi tersebut. Kendati demikian, pihaknya mengaku kesulitan dalam melaksanakan konservasi seiring datangnya musim hujan kali ini. “Udara yang lembab mengakibatkan lumut kerak berkembang dengan cepat pada arca-arca candi. Kalau tidak segera dibersihkan akan berkembang cepat dan dalam jangka waktu yang panjang bisa mengakibatkan batu mudah keropos,” papar Rohyani saat ditemui Espos di kantornya, Kamis (10/12).

Rohyani menjelaskan, lumut kerak menjadi tumbuhan yang perlu diwaspadai dalam upaya konservasi Candi Plaosan. Menurutnya, selain bisa mengakibatkan batu arca mudah keropos, keberadaan lumut kerak juga mengganggu pemandangan lantaran warnanya yang putih.

Untuk membasmi lumut kerak, pihaknya biasanya menggunakan cairan kimia. Dia mengatakan, dibutuhkan waktu 24 jam untuk membuat cairan kimia itu berkerja secara maksimal dalam membasmi lumut kerak. Selanjutnya, arca batu tersebut disemprot dengan air yang menggunakan tekanan tinggi sambil disikat.
”Jenis lumut ini mengakar kuat pada batu arca sehingga dibutuhkan langkah khusus dalam menanganinya,” tandas Rohyani.

Moh Khodiq Duhri

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…