Kamis, 10 Desember 2009 22:50 WIB Klaten Share :

Kisruh di tubuh PD Klaten, DPC dinilai abaikan DPP


Klaten (Espos)–
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Klaten yang dilengser dari jabatannya, Sri Indiastuti menuding partainya mengabaikan rekomendasi DPP Partai Demokrat terkait penunjukan dirinya selaku pimpinan fraksi.

Dia juga menegaskan tidak melawan keputusan partai, namun, hanya ingin meluruskan aturan yang semestinya berlaku. “Di partai itu tidak seperti PT (Perseroan Terbatas) atau CV. Semua keputusan harus melewati mekanisme yang ada, jadi tidak bisa seenaknya sendiri,” tandas Sri Indiastuti kepada wartawan di Gedung Dewan, Kamis (10/12).

Dia menegaskan, penunjukan dirinya selaku pimpinan fraksi legislatif setempat telah melewati penjaringan dan ditetapkan dalam rekomendasi DPP Partai Demokrat. Bila kemudian saat ini dirinya tiba-tiba diganti, maka, keputusan itu bertentangan dengan DPP. “Ini kan jadinya Ketua DPC melangkah sendiri. DPC mengabaikan DPP,” urainya.

Anggota Fraksi Demokrat DPRD Klaten, Agus Wijayadi mengaku malu dengan kisruh yang terjadi di tubuh partainya itu. Dia menegaskan mekanisme dan aturan yang ada di partai harus diikuti. “Tidak bisa seenaknya sendiri. Kami malu mas, Partai Demokrat yang semestinya berperan dan memimpin malah seperti ini,” tandasnya.

Dia mengatakan, partai di tingkat DPC, semestinya meneruskan apa yang telah disampaikan kepengurusan yang ada di tingkat lebih tinggi. Bila kemudian ada instruksi dari DPD Partai Demokrat Jateng untuk menangguhkan, maka, partainya harus mengikuti. “Keputusan di bawah itu sifatnya meneruskan dari atasan,” urai dia.

Ketua DPC Partai Demokrat Klaten, Sunar Nugroho membantah bila disebut mengabaikan kepengurusan di tingkat atasnya. Dia mengatakan penggantian pengurus fraksi itu terjadi sesuai hasil evaluasi yang berdasarkan azas kapabilitas.

Bendahara DPC Partai Demokrat Klaten, Abriyanto Tri Nugroho mengungkapkan, pengurus fraksi diganti karena pimpinan sebelumnya tak komunikatif. Salah satu bentuk tidak komunikatifnya terjadi saat pengisian kursi anggota komisi. Namun, hal itu dibantah oleh Sri.

Sebelumnya, (SOLOPOS, 10/12), kondisi internal DPC Partai Demokrat Klaten mengalami gejolak. Hal tersebut terjadi setelah ada pergantian pengurus Fraksi Demokrat DPRD Klaten, yang dilakukan oleh DPC Partai Demokrat setempat.

Akibat pergantian tersebut, Ketua Fraksi Demokrat Klaten yang dilengser, Sri Indiastuti melawan partainya dengan meminta Ketua DPRD Klaten Agus Riyanto tidak menetapkan perubahan susunan pengurus fraksi partai biru itu.

haa

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…