Kamis, 10 Desember 2009 01:14 WIB Solo Share :

Jelang Pilkada Solo, KPPS mulai lakukan lobi politik

Solo (Espos)--Gagasan membentuk koalisi besar untuk memenangkan Pilkada 2010 disambut Koalisi Partai Politik Surakarta (KPPS). KPPS juga telah melayangkan surat ke sejumlah partai politik (Parpol) untuk tahapan lobi.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan muncul pula nama Edy Wirabhumi-Achmad Purnomo sebagai pasangan walikota dan wakil walikota, yang akan diusung oleh koalisi besar tersebut. Ketua Koordinator KPPS, Abdullah AA mengatakan KPPS memang pernah menyatakan akan mengusung sendiri pasangan calon dalam Pilkada 2010.

“Tapi itu kami urungkan dulu dan sekarang kami mengutamakan kebersamaan. KPPS sudah mengirim surat ke partai politik, PKS, PAN, Demokrat, Golkar dan PDS terkait koalisi besar itu. Kalau melihat figur yang muncul dalam survei PKS dan PAN, muncul nama Achmad Purnomo. Sedangkan Demokrat sudah muncul Edy Wirabhumi. Bisa saja koalisi besar nanti akan mengusung Edy dan Purnomo,” kata Abdullah, ketika ditemui Espos, di Gedung Dewan, Rabu (9/12).

KPPS, lanjut politisi dari Partai Hanura ini, akan menunggu jawaban dari masing-masing partai politik untuk tahapan berkomunikasi lebih lanjut. Selain itu, gagasan koalisi besar, sudah menjadi bahan pembahasan di internal KPPS. Terlebih, kata Abdullah, sejumlah partai politik seperti PKS, PAN, Golkar dan PDS, tidak bisa mengusung calon sendiri-sendiri.

Keempat partai tersebut harus membangun koalisi agar bisa mengusung pasangan calon dalam Pilkada 2010. “Kalau bisa membangun koalisi untuk menang dalam Pilkada, kenapa tidak dilakukan. Karena itu, KPPS menurunkan ego mengusung sendiri calon demi Solo ke depan,” paparnya.

Abdullah memaparkan KPPS juga sudah mempersiapkan pasangan calon yang akan diusung. Namun ia belum bersedia menyebutkan nama calon yang dimaksud. “Yang jelas, calon tersebut adalah calon yang sudah masuk dalam daftar hasil penjaringan KPPS beberapa waktu lalu. Siapa calonnya belum bisa kami sebutkan sekarang, karena saat ini kami mengutamakan kebersamaan terlebih dulu,” paparnya.

Sementara itu, menanggapi ajakan KPPS untuk membangun koalisi besar itu, Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo, Sugeng Riyanto mengatakan PKS punya mekanisme partai yang harus dilalui. Ia tidak bisa langsung memutuskan akan bergabung atau tidak.

Ajakan atau pun surat yang telah dikirim itu nantinya harus terlebih dulu dibahas oleh Tim Optimalisasi Musyarokah (TOM). “Ada mekanisme partai yang harus dilalui. Dan tentunya hal itu akan dibicarakan dengan TOM dan internal partai,” terang Sugeng, kepada Espos, Rabu.

iik

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…