Kamis, 10 Desember 2009 17:33 WIB News Share :

Gara-gara Dewan nilai kinerja tak maksimal, Ketua Dewan nyaris jadi korban pemukulan Direktur PDAM


Salatiga (Espos)–
Ketua DPRD Kota Salatiga, Milhous Teddy Sulistyo nyaris jadi korban pemukulan yang dilakukan Direktur Utama PDAM setempat, Darminta, Selasa malam lalu.

Buntut dari kasus tersebut, Teddy pun melaporkan Darminto ke Polres Salatiga, Kamis (10/12), dengan tuduhan melakukan pelecehan terhadap institusi DPRD dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan.

Di luar pidana, Teddy pun telah mengajukan surat ke Walikota John Manuel Manoppo untuk menonaktifkan Darminto dari jabatannya.

“Akan bahaya kalo PDAM dipimpin oleh orang yang labil temperamentalnya,” ujar Teddy saat dihubungi Espos.

Dijelaskan Teddy, kasus itu bermula saat Panitia Anggaran legislatif mengadakan pembahasan anggaran dalam menyusun RAPBD 2010, Selasa (8/12) malam bersama Dirut PDAM beserta jajarannya. Dalam perjalanannya, pembahasan itu memanas hingga membuat Darminta emosional.

Teddy tak menjelaskan apa yang menyebabkan Darminta marah. Tapi menurut sumber, Darminta emosional karena Dewan menilai kinerja PDAM kurang transparan khususnya menyangkut anggaran.

Dewan menilai kontribusi PDAM terhadap kas daerah sangat kecil dibandingkan keuntungan yang diperoleh perusahaan plat merah ini.

“Saya kemudian minta dia (Darminta) keluar untuk menenangkan diri. Namun dia tidak mau, lalu rapat saya tutup. Tapi saat hendak keluar saya diseret olehnya dan hendak dipukul beruntung dicegah oleh bawahannya,” papar politisi dari PDIP ini.

“Saya sudah minta ke Walikota  (agar Darminta) untuk dibina dam dinonaktifkan tapi karena belum ada tindal lanjut maka saya laporkan ke polisi,” sambungnya.

Sementara Darminta belum bisa dikonfirmasi. Telepon selulernya tidak bisa dihubungi sejak pagi.Tahun 2010 Dewan menargetkan PAD dari PDAM meningkat tajam menjadi Rp 770 juta dari tahun ini yang hanya Rp 250 juta.

kha

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…