Rabu, 9 Desember 2009 20:03 WIB Ekonomi Share :

Wilayah Serengan sudah overload minimarket

Solo (Espos)–Pertumbuhan pusat perbelanjaan dan toko modern seperti halnya minimarket, supermarket, departement store, hypermarket dan perkulakan di Kota Solo tidak merata. Bahkan, di Serengan pertumbuhan jumlah minimarket melebihi kebutuhan ideal.

Di mana, kebutuhan ideal minimarket berdasar luasan penjualan dengan luas wilayah hanya 32 unit minimarket, tapi saat ini jumlah riil minimarket ada 50 unit. Ada 18 pusat perbelanjaan berupa minimarket yang mengalami kejenuhan sehingga tidak dimungkinkan adanya penambahan lagi. Kondisi sama juga terjadi pada pertumbuhan hypermarket di Pasar Kliwon, di mana ada 3 unit hypermarket yang mengalami kejenuhan.

Sementara itu, dalam rancangan Peraturan Walikota (Perwali) Solo Tentang Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, juga ada beberapa kecamatan yang dimungkinkan tidak lagi dilakukan penambahan unit pusat perbelanjaan. Lantaran, kebutuhan ideal sudah terpenuhi dengan jumlah riil pusat perbelanjaan yang sudah berdiri.

Seperti Laweyan, di mana jumlah kebutuhan minimarket 86 unit, sekarang sudah ada 86 unit minimarket. Jebres, kebutuhan supermarket sebanyak 6 unit, saat ini sudah ada 6 unit supermarket. Begitu pula hypermarket di Laweyan dan Serengan, jumlah kebutuhan sudah sama dengan ketersediaan unit hypermarket yang ada.

haw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…