Rabu, 9 Desember 2009 18:39 WIB News Share :

Usut kasus Century, KPK bentuk 9 Tim

Jakarta–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai membuat tim untuk mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus Bank Century. Jumlah tim ada sembilan untuk mengusut sembilan dugaan pidana di dalam kasus tersebut.

“Kita sudah membagi sembilan tim untuk mempelajari sembilan item temuan BPK yang akan bekerja,” kata Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto.

Hal tersebut ia sampaikan usai menerima delegasi kaukus antikorupsi dari DPD RI di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/12).

Rencananya tim akan bekerja mulai dua hari ke depan. Lalu pada saat audiensi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Senin 14 Desember, tim juga akan dilibatkan.

“Sehingga ketika bertemu BPK hari Senin nanti kita bisa dalami manalagi informasi yang kita perlukan termasuk dari PPATK,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Haryono Umar mengatakan, sembilan temuan pelanggaran tersebut tidak seluruhnya ada dugaan tindak pidana korupsi. Sebagian ada yang masuk dalam pidana perbankan.

“Kita akan fokus pada pidana korupsinya terutama pada saat pencairan dana,” tegasnya.

Sementara itu, untuk para pengambil kebijakan terkait Century, Haryono belum menemukan ada unsur pidana korupsi dari temuan yang sudah disampaikan BPK. Tapi ia berjanji akan memperjelas hal itu pada pertemuan dengan BPK mendatang.

“Sejauh ini dari hasil temuan BPK belum, tapi nanti kita ingin tahu bagaimana sebenarnya,” tutupnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…