Rabu, 9 Desember 2009 20:13 WIB Hukum Share :

Tersangka Narkoba akui empat kali merampok di Soloraya

Solo (Espos)–Tersangka kasus Narkoba, Agung Widodo alias Otis, 37, warga Tanjungsari, Banyudono, Boyolali yang ditangkap aparat Polwil Surakarta diketahui telah melakukan aksi perampokan dengan menggunakan senjata api (Senpi) di Soloraya sebanyak empat kali.

Hal tersebut terungkap setelah penyidik Poltabes Solo melakukan pemeriksaan terhadap Agung. Informasi yang dihimpun Espos, Rabu (9/12), menyebutkan, empat kasus perampokan itu dilakukan pada medio tahun 1999-2000.

Empat perampokan yang dilakukan tersangka adalah perampokan di pelataran parkir Hotel Dana Solo, 19 Oktober 2000 dan tiga perampokan lainnya pada medio 1999-2000 di Pasar Kabangan, Pasar Gede dan timur Jembatan Jurug, Karanganyar. Dalam perampokan di parkir Hotel Dana tersebut, perampok menggasak perhiasan emas seberat 7,5 Kg dan uang Rp 40 juta.

Dalam menjalankan aksinya, Otis beraksi bersama empat pelaku lainnya yaitu Sri Widodo, Wiwin, Sartono alias Babi dan Cantrik. Dari empat pelaku lainnya, tiga di antaranya yaitu Sri Widodo, Wiwin dan Sartono diketahui telah tewas dalam pengejaran polisi.

Tersangkaa Otis diketahui berperan sebagai joki sepeda motor Suzuki Satria yang memboncengkan Sri Widodo. Bersama pelaku lainnya, tersangka menggasak tas cangklong dan tas jinjing yang berisi uang dan perhiasan emas itu di mobil yang dikendarai korban. Bahkan, pelaku menembak korban hingga mengalami luka serius.

Ketika menjalankan aksinya kawanan perampok itu menggunakan tiga buah Senpi yaitu jenis colt dan FN. Sebelumnya, pelaku juga mengaku telah melakukan aksi perampokan di Pasar Kabangan dengan menggasak uang Rp 100 juta dan di Pasar Gede merampok uang Rp 117 juta.

Selain itu, pelaku juga terlibat dalam perampokan di timur Jembatan Jurug, Karanganyar dengan hasil Rp 20 juta. Semua aksi perampokan itu dilakukan tersangka bersama empat pelaku lainnya itu. Kapoltabes Solo Kombes Pol Joko Irwanto melalui Kasatreskrim Kompol Susilo Utomo membenarkan adanya pemeriksaan itu.

“Memang sudah kami periksa dan dari pengakuannya, tersangka mengakui melakukan beberapa kali Curas (pencurian dengan kekerasan) di sini,” ungkap Susilo di Mapoltabes Solo.
dni

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…