Rabu, 9 Desember 2009 22:10 WIB Wonogiri Share :

Kawasan karst akan dijadikan sarana pendidikan dan pariwisata


Wonogiri (Espos)-
-Kawasan karst di Dusun Mudal, Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri akan dijadikan ikon Wonogiri untuk menarik wisatawan mancanegara maupun domestik.

Karenanya, dalam waktu tutup masa bakti, Bupati akan mengembangkan kawasan di pegunungan sewu itu menjadi sarana pendidikan dan pariwisata.

Penajaman dua sektor itu dilakukan Pemkab Wonogiri untuk meniru bangunan Bali di Brussel, Belgia. Demikian dikemukakan Bupati Wonogiri, H Begug Poernomosidi di hadapan peserta Seminar/sosialisasi kawasan karst Gunung Sewu dengan tema “Karst untuk Pengetahuan” di Ruang Pertemuan Museum Karst, Pracimantoro, Wonogiri, Rabu (9/12).

Dia menceritakan di Brussel ada even tahunan Paradeso. Menurutnya, even itu mampu menjadi daya tarik, wisatawan untuk berkunjung ke negara itu. Apalagi di lahan seluas 2 hektare (ha) hanya dibangun oleh dua negara, yakni China dan Indonesia.
“Untuk Indonesia diwakili oleh Bali. Bangunan semacam pura di Bali dibangun di sana (Brussel), sehingga saat membawa batu disediakan 300 kontainer. Di lokasi itu juga dibangun lahan persawahan terasiring, padahal persawahan tidak ada tetapi dibuat.”

Untuk itulah, ujarnya, di kawasan karst Gebangharjo, Pracimantoro juga akan dibangun miniatur monumen-monumen monumental di Indonesia, seperti menara kudus, pure dan sebagainya.

Bupati mengatakan untuk menindaklanjuti impiannya itu, Pemkab akan menyiapkan desa wisata dan membangun 50 kamar untuk penginapan.

tus

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…