Rabu, 9 Desember 2009 10:45 WIB Solo Share :

Hari Antikorupsi sedunia, Belasan elemen masyarakat Solo gelar aksi


Solo (Espos)–
Belasan elemen masyarakat Solo menggelar aksi turun ke jalan untuk memperingati Hari Antikorupsi seduni yang jatuh pada tanggal 9 Desember. Aksi yang digelar di sekitar Stadion Sriwedari ini diikuti pula oleh siswa sekolah menengah atas (SMA) yang ada di wilayah Solo.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (9/12), aksi yang di mulai sekitar pukul 08.30 WIB ini menampilkan aksi para kartunis yang tergabung dalam Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) dengan menggelar pameran kartun dengan tema tentang antikorupsi. Mereka menggambar secara langsung tikus yang kemudian dilempari sepatu dan cat warna-warni.

Presiden Republik Aeng Aeng Mayor Hastanto mengatakan aksi ini diikuti oleh Pakarti Solo, OI Bento House, komunitas pasarsolo.com, himpunan mahasiswa teknik sipil UNS, YPAC, dan seniman Pujasari dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi sedunia. Dalam aksi ini, Mayor mengatakan juga dilakukan treatikal Bibit Samat Riyanto imitasi saat merayakan ulang tahunnya kemarin. “Uniknya Pak Bibit palsu yang bernama asli Wagiman Suharto yakni penjual bensin kaki lima di Nusukan ini menenteng Keppres sebagai bukti kembali aktif memimpin KPK,” jelas Mayor.

Dia mengatakan aksi ini diharapkan menjadi media edukasi bagi semua di antaranya lebih khusus kepada pejabat negara sebagai pemangku amanat rakyat untuk tidak korupsi.

isw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…