Rabu, 9 Desember 2009 16:53 WIB Ah Tenane Share :

Dicaplok ”siluman”

9ahtenaneBiasanya kalau ada orang yang punya hajat mantu selalu menaruh sesaji berupa ayam hidup di Jembatan Kali Cemoro, Kalijambe, Sragen.

Ayam-ayam inilah yang kemudian diambil oleh Lady Cempluk yang tinggal di pinggir sungai itu. Satu per satu ayam-ayam itu diklumpukke dan dipelihara sampai beranak pinak.
Namun rupanya Tuhan Maha Adil. Ayam-ayam yang bukan haknya itu lambat laun menyusut dan terus berkurang karena dimangsa hewan liar seperti biawak, luwak, garangan dan teman-temannya yang suka makan ternak. Hingga kini Cempluk masih punya seekor babon yang punya lima anak.

”Pak, jangan-jangan hewan-hewan yang memangsa ayam-ayam kita itu siluman dari yang mbaureksa Jembatan Cemoro ya? Buktinya, semua ayam yang kuambil dari sana habis dimakan garangan, luwak, biawak dan konco-konconya itu,” keluh Cempluk pada suaminya, Jon Koplo.

”Hus, kamu ngaco! Mana ada siluman. Yang jelas hewan-hewan itu memang suka makan ayam. Makanya harus kita jaga ayam-ayam kita,” jawab Koplo.
Baru asyik-asyiknya rembugan di dalam, tiba-tiba Koplo dan Cempluk mendengar suara gaduh di luar, kemudian disusul ayam babonnya petok-petok. Buru-buru Cempluk dan Koplo keluar. Benar juga perkiraan mereka. Ternyata anak ayamnya tinggal satu ekor yang selamat dari terkaman garangan.
”Bener ta Pak, ini pasti ulah siluman Kali Cemoro…!” omel Cempluk.
”Wis ta Bu. Ndak usah nuduh yang bukan-bukan. Diikhlaskan saja. Berarti ayam-ayam itu bukan rezeki kita. Ya beginilah risiko hidup di pinggir kali yang banyak hewan liarnya,” sahut Koplo menenangkan istrinya.

Oleh : Kiriman Sri Wahyuningsih, Jangkung Rejo RT 08/RW II, Glonggong, Nogosari, Boyolali

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…