Rabu, 9 Desember 2009 12:16 WIB News Share :

Antikorupsi di Semarang, Massa tenteng gambar Boediono, Sri Mulyani dan Susno Duaji di jeruji

Semarang (Espos)--Ratusan massa dari 21 elemen masyarakat di Jateng memperingati Hari Antikorupsi se-Dunia, Rabu (9/12), dengan menggelar unjuk rasa di sejumlah kawasan vital di Semarang.

Aksi yang dikawal secara ketat oleh aparat kepolisian tersebut berjalan tertib meski sempat menggangu arus lalu lintas di sepanjang jalan yang dilalui.

Sebanyak 21 elemen masyarakat ini di antaranya PRD, KP2KKN Jateng, Cicak Jateng, HMI MPO, LMND, Pattiro Semarang, Ampuh Jateng dan LBH Semarang. Massa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Antikorupsi (Gerak) Jateng ini memulai aksi mereka di Masjid Agung Baiturrahman di Kawasan Simpang Lima kemudian bergerak menuju bundaran videotron, Kejati Jateng, Mapolda Jateng dan Gedung DPRD Jateng.

Massa membawa spanduk berisi kecaman terhadap para koruptor dan tekanan kepada pemerintah untuk melakukan penegakkan hukum terhadap perampok uang negara.

Selain spanduk, massa juga memasukkan gambar tokoh-tokoh yang diduga terlibat skandal Bank Century seperti Boediono, Sri Mulyani dan Susno Duaji ke dalam jeruji yang dibuat dari kardus refrigerator.

Humas Gerak Jateng, Eko Haryanto, mengungkapkan sejumlah kasus yang terjadi selama ini seperti kriminalisasi KPK dan skandal Bank Century menunjukkan secara jelas kinerja penegak hukum dan pemerintah belum seperti yang diharapkan.

“Sebut saja kinerja Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinan Hendar,an Supanji, ICW menyatakan ada disorientasi dalam pemberantasan korupsi,” jelas Eko.

Gerak Jateng menuntut agar mafia peradilan, makelar kasus harus dihapuskan. Reformasi segera lembaga penegak hukum dan menolak rancangan peraturan pemerintah tentang penyadapan bagi penegak hukum.

“KPK harus didorong untuk berani mengungkap dugaan korupsi di Bank Century dan menuntaskan sampai ke akar-akarnya,” tukas dia.

Di Kejati, Gerak Jateng yang diwakili Eko menyerahkan pedang kepada pegawai Kejati sebagai simbolisasi agar kejaksaan bisa lebih tajam dalam memberantas korupsi.

kha

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…