Rabu, 9 Desember 2009 18:22 WIB Boyolali Share :

114 PNS Boyolali terjaring razia indisipliner

Boyolali (Espos)–Sebanyak 114 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali terjaring dalam Operasi Penegakan Disiplin yang dilaksanakan Pemkab setempat.

Para PNS tersebut terjaring razia saat yang bersangkutan tidak berada di kantornya atau melaksanakan aktifitas lain di luar saat jam kerja.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Boyolali, Ahmad Wijayanto menegaskan sebanyak 114 PNS itu terjaring dalam sejumlah operasi yang dilakukan Tim Pemkab sekaligus dalam rangka memperingati Hari Korpri ke-38, yakni dilaksanakan pada Kamis (26/11) dan Sabtu (28/11) lalu.

“PNS tersebut terjaring karena yang bersangkutan diketahui tidak berada di kantornya saat jam kerja dan malah melakukan aktivitas di luar saat jam kerja, antara lain sedang belanja di pasar, di pusat perbelanjaan atau mal, atau makan di warung saat jam kerja,” ujar Ahmad saat digelar Apel Pengarahan Bupati Boyolali kepada ratusan PNS di Boyolali yang melanggar disiplin tersebut di Halaman Kantor Pemkab Boyolali, Rabu (9/12).

Ahmad menyebutkan dari jumlah tersebut berasal dari kantor dan satuan kerja (Satker), serta dari sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Boyolali seperti Banyudono, Simo, Selo, Karanggede dan Ngemplak.

Sementara itu, Bupati Boyolali, Sri Moeljanto dalam pengarahannya terhadap ratusan PNS yang terjaring razia indisipliner tersebut menegaskan sebagai abdi masyarakat, PNS seharusnya memiliki rasa malu jika melakukan tindak pelanggaran disiplin.

Bupati pun menginstruksikan kepada pimpinan di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) secara intensif melakukan monitoring terhadap anak buahnya yang melakukan pelanggaran disiplin, apakah anak buahnya tersebut sudah tidak mengulangi kesalahannya.
“Jangan sampai anak buahnya melakukan pelanggaran disiplin yang sama,” tandas Bupati.

sry

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…