Selasa, 8 Desember 2009 18:55 WIB Sukoharjo Share :

Tuntut kasus Bank Century, Belasan mahasiswa gelar demo di Bundaran Kartasura


Sukoharjo (Espos)–
Belasan mahasiswa yang tergabung dalam for real democration (Formadem) dan himpunan mahasiswa Islam (HMI) Sukoharjo yang bernaung di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Surakarta menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (8/12) di bundaran Kartasura.

Dalam aksi damai tersebut mereka menyerukan agar pemerintah segera mengusut kasus dana Bank Century. Aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 10.15 WIB tersebut, mendapat pengawalan ketat jajaran kepolisian Sukoharjo. Sembari membawa spanduk bertuliskan “Presiden SBY Harus Tegas Tuntaskan Kasus Century Adili Oknum Yang Terlibat”, mereka juga sempat berorasi selama setengah jam.

Koordinator lapangan (Korlap), Muhammad Nazmi Hafid mengatakan pihaknya meminta kasus Bank Century segera diusut tuntas. “Jangan sampai ada pengkaburan kasus Bank Century, kami minta kasus ini segera diusut, siapa yang terlibat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Ketua HMI STAIN, Prayogi menambahkan, dalam mengusut kasus tersebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus bertindak tegas kepada pejabat yang terlibat kasus Bank Century, termasuk berani menurunkan dan mengadili Sri Mulyani dan Wakil Presiden Budiono yang diduga kuat paling bertanggung jawab penuh terhadap kasus Bank Century.

“Jika memang pejabat negara bersalah dan terlibat dalam kasus ini SBY harus berani menghentikan, termasuk Budiono dan menyeret Anggodo,” katanya.

Dia mengatakan, kasus Bank Century selama ini telah merugikan rakyat. Pasalnya, dana Rp 6,7 triliun yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kepentingan rakyat, justru tidak jelas pertanggungjawabannya.

“Uang yang seharusnya dialokasikan untuk sekolah justru tidak sampai, begitu juga dengan alokasi dana kesehatan. Jika kasus ini tidak terjadi tidak mungkin terjadi pemadaman listrik secara merata di Indonesia,” tukasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, jika aspirasi yang disampaikannya tidak terpebuhi oleh pemerintah pihaknya mengancam bakal menggelar aksi lebih besar dengan menggandeng seluruh elemen organisasi  kemahasiswaan seperti PMII, KAMMI dan IMM.

“Besok kami akan turun ke jalan dengan massa yang lebih besar sampai aspirasi kami dipenuhi,” tukasnya.

ufi

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…