Selasa, 8 Desember 2009 14:50 WIB News Share :

Tolak UMP, ribuan buruh duduki Gedung Dewan Jakarta


Jakarta–
Ribuan buruh yang menolak Upah Minimum Provinsi (UMP) memenuhi jalanan depan gedung DPRD Jakarta, Jl Kebon Sirih, Selasa (8/12). Akibatnya, jalan satu arah tersebut ditutup sejak perempatan Jl Sabang.

“Kami kerja tiap hari 12 jam. Tetapi gaji kami tidak cukup untuk hidup,” kata salah satu pendemo, Intan (26).

UMP Jakarta ditetapkan sebanyak Rp 1.118.009. Jumlah itu hanya  naik Rp 48.144 dari tahun sebelumnya. Menurut buruh, nilai itu tidak mencukupi kebutuhan dasar hidup di Jakarta.

“Kenaikan sebesar itu hanya untuk nambah beli daging ayam 2 kali saja,” ucapnya.

Ribuan buruh itu tergabung dalam berbagai organisasi serikat pekerja antara lain Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPI). Dalam aksinya mereka duduk-duduk dan berorasi. Selain itu, pendemo berjoget dengan diiriingi lagu perjuangan buruh yang diputar dari mobil berpengeras suara.

Aksi ini merupakan aksi lanjutan di depan Balaikota Jakarta. Usai dzuhur, mereka berjalan ke DPRD yang hanya beradu punggung dengan Balaikota.

Untuk memastikan lalu-lintas lancar, polisi menutup jalan dari arah Tanah Abang. Sementara dari jalan Sabang masih terbuka untuk 1 lajur. Kepadatan lalu-lintas pun tidak terhindarkan dan pengendara harus bersabar menembus kemacetan akibat demo.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…