Selasa, 8 Desember 2009 22:45 WIB Klaten Share :

Revitalisasi Pasar Pedan, Pembangunan pasar darurat di Keden molor


Klaten (Espos)-
-Proses pembangunan pasar darurat di bekas pacuan kuda Desa Keden molor dari jadwal yang telah ditetapkan yakni Senin (7/12). Akibatnya, sejumlah pedagang memilih berjualan di sepajang jalan, bahkan tidak berjualan untuk sementara.

Berdasarkan pantauan Espos di lokasi, Selasa (8/12), sejumlah pekerja masih menjalankan aktivitasnya mendirikan bangunan pasar darurat di lahan seluas sekitar 2,2 hektare (ha).

Sesuai dengan surat edaran dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi da Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM) Pemerintah Kabupaten Klaten, proyek ini dijadwalkan selesai selama dua pekan, terhitung sejak tanggal 23 November lalu.

Dengan demikian, mestinya pembangunan pasar darurat tersebut bisa selesai pada Senin (7/12). Akan tetapi, hingga Selasa siang proses pembangungan pasar darurat tersebut baru mencapai sekitar 60%.

Kepala Desa Keden, Ir Supraptoyo membenarkan jika proses pembangunan pasar darurat tersebut molor dari jadwal yang telah ditentukan. Menurutnya, hingga kini prosesnya baru mencapai sekitar 60%.

Ia menilai, penyebab keterlambatan pembangunan pasar darurat tersebut adalah sedikitnya jumlah pekerja yang dikerahkan. Dia mengatakan, semula jumlah pekerja proyek tersebut mencapai 40 orang. Sementara jumlah los yang akan didirikan mencapai sekitar 400 unit. “Untuk mengatasi hal itu, mulai Senin lalu, kami sudah menambah jumlah pekerja sekitar 35 orang sehingga jumlah totalnya mencapai sekitar 75 orang, ” papar Supraptoyo.

Dengan penambahan jumlah pekerja tersebut, pihaknya menargetkan pasar darurat tersebut sudah bisa beroperasi pada Senin (14/12) nanti.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pedan Manunggal (P4M), Suharman mengatakan akibat molornya proses pembangunan pasar darurat tersebut, sebagian pedagang memilih berjualan di sepanjang jalan di kawasan Pedan, sementara sebagian lagi memilih berhenti berjualan untuk sementara waktu.

Moh Khodiq Duhri

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…