Selasa, 8 Desember 2009 14:35 WIB News Share :

Prita terima amplop Rp 50 juta dari senator

Jakarta–Prita Mulyasari yang dihukum membayar Rp 204 juta oleh Pengadilan Tinggi Banten berkunjung ke rumah rakyat. Prita menerima sumbangan Rp 50 juta rupiah dari Dewan Perwakilan Daerah yang bersimpati dengan kasus hukum yang sedang menjeratnya.

“Sampai saat ini terkumpul Rp 50 juta untuk diberikan kepada Ibu Prita,” kata juru bicara DPD, I Wayan Sudirta, sembari menyerahkan dua amplop bertuliskan masing-masing berisi Rp 49 juta dan Rp 1 juta kepada Prita di Gedung DPD, Kompleks Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/12).

Hadir menerima Prita adalah Wakil Ketua DPD GKR Hemas, I Wayan Sudirta (Bali), Emma Yohana (Sumatera Barat), Hairiah (Kalimantan Barat), John Pieris (Maluku), Abdi Sumaithi (Banten), Riza Falepi (Sumatera Barat), Tonny Tezar (Papua), Iswandi (Lampung), Abdul Aziz (Sumsel), Farouk Muhammad (NTB), dan Bahar Buasan (Bangka Belitung). Prita menerima sumbangan itu sambil mencium tangan beberapa senator.

Wayan menilai selama ini keadilan tidak berlaku bagi orang kecil seperti Prita. Untuk itu DPD ikut memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.

“Dari dulu keadilan hanya untuk orang-orang kuat di Indonesia. Kami ingin mengutuk hakim yang berbicara¬† untuk kepentingannya sendiri tetapi tidak untuk keadilan,” kecam Wayan.

Wayan menyampaikan harapan DPD agar Prita lolos dari jeratan hukum dan tidak ada Prita lain di Indonesia.

“Mudah-mudahan Ibu Prita lolos. Kalau sudah lolos kita ingin membuat barisan Prita agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kalau lolos, kami yakin Ibu Prita akan memanfaatkan sumbangan kami untuk keperluan sosial dan tidak untuk kepentingan pribadinya,” pungkasnya.

Sementara itu Prita menyatakan, jika dia lolos dari hukuman, uang sumbangan tersebut akan diserahkannya pada kegiatan sosial. “Karena masih banyak di luar sana yang bernasib sama dengan saya,” kata ibu dua anak yang mengenakan kerudung merah hati ini.

Prita menyatakan, dia beruntung masih bisa bertemu dengan media. “Banyak yang datang kepada saya menceritakan mengenai masalahnya yang merasa terzalimi tapi tidak tahu bagaimana solusinya,” ujarnya.
dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…