Soloraya
Selasa, 8 Desember 2009 - 18:21 WIB

Jelang Natal dan Tahun Baru, 88 Gereja jadi fokus pengawasan Polres Sragen

Redaksi Solopos.com  /  Indah Septiyaning Wardani  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi


Sragen (Espos)-
-Sejumlah 88 gereja di wilayah Sragen bakal mendapatkan pengaman khusus selama perayaan Natal dan Tahun Baru dari aparat Polres Sragen untuk mewaspadai kemungkinan gangguan adanya bahan peledak maupun teror dari pihak yang tidak bertanggungjawab.

Penegasan itu disampaikan Kapolres Sragen AKBP Drs Jawari kepada Espos, Selasa (8/12). Kapolres mengaku telah menyiapkan sebanyak 200 personel untuk mengantisipasi gangguan keamanan khusus dalam perayaan Natal 2009 dan Tahun Baru 2010 mendatang.
Dari data yang dimiliki Polres Sragen, kata Kapolres, setidaknya ada 88 gereja yang ada di wilayah Bumi Sukowati akan disterilisasi aparat kepolisian guna mengantisipasi tindak kejahatan menjelang perayaan hari raya itu.

Advertisement

“Selain pengamanan terbuka oleh pihak kepolisian, kami juga melakukan pengamanan tertutup. Kami akan mengadakan gelar pasukan operasi lilin sekitar H-4 sebelum Natal dan Tahun Baru,” tukasnya.

Menurut Kapolres, pola pengamanan Natal dan Tahun Baru akan difokuskan pada tempat ibadah, seperti pengamanan parkir kendaraan motor dari aksi pencurian.

Pengamanan gereja dilakukan dengan penempatan personel dan disesuaikan dengan besar atau kecilnya gereja. Selain menerjunkan ratusan personil, sambung dia, Polres juga akan mendirikan empat posko pengamanan. Posko tersebut ditempat di sekitar gereja terbesar yang ada di wilayah Sragen, seperti di Gereja Santa Maria, Gereja GBIB, Gereja Kristen Jawa (GKJ) dan Gereja Pantekosta. Kemudian Gereja Katolik Santo Petrus, Gemolong dan Gereja di Masaran.

Advertisement

“Ada beberapa gereja besar yang akan kami jaga dengan sistem terbuka dan tertutup yang artinya setiap orang yang masuk diperiksa, kendati aksi teror maupun adanya bahan peledak dinilai kecil, tetapi pengamanan akan dilakukan dengan ketat,” kata Kapolres.

Kapolres mengimbau kepada seluruh Polsek untuk bertanggung jawab atas pengamanan gereja di wilayah masing-masing dengan melakukan pengamanan, baik terbuka maupun tertutup dibantu patroli dari Polres. Pengamanan lain, lanjut Kapolres, berupa sterilisasi gereja sebelum digunakan untuk ibadah perayaan Natal.

“Tempat-tempat keramaian juga dipantau dan diawasi dengan ketat. Kendati diperkirakan tidak sampai terjadi kemacetan total, tetapi untuk kelancaran arus lalu lintas petugas disiagakan di titik-titik rawan kemacetan,” pungkasnya.

Advertisement

trh

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif