Selasa, 8 Desember 2009 13:41 WIB News Share :

Isu aksi 9 Desember, SBY dinilai mengalihkan isu pemberantasan korupsi

Jakarta–Lagi-lagi kritik mengalir pada SBY terkait pernyataannya soal 9 Desember. Muncul kecurigaan apa yang disampaikan SBY itu justru bagian dari upaya melemahkan semangat pemberantasan korupsi.

“Saya mencurigai pernyataan presiden justru menggiring opini masyarakat, sehingga saat ada gerakan maka akan ada citra buruk pada upaya pemberantasan korupsi yang saat ini sedang dilakukan,” kata Sekjen Transparansi Internasional Indonesia (TII) Teten Masduki di Jakarta, Selasa (8/12).

Semestinya, SBY jangan antipati terhadap unjuk rasa menyambut hari antikorupsi internasional. “Kalau ada kerusuhan, itu pun belum tentu dilakukan dmeonstran tapi mungkin disusupi,” tambahnya.

Teten khawatir,isu adanya gerakan sosial itu sengaja dibuat oleh pemerintah, meski tidak menutup kemungkinan oleh pihak lain.

“Dalam demo besok, seseorang boleh melakukan apapun, jadi pemerintah jangan gugup. Yang saya takutkan gerakan antikorupsi yang besar akan dihancurkan melaui citra yang buruk,” tuturnya.

Dia yakin, sebenarnya pada 9 Desember tidak akan terjadi aksi anarkis. Ucapan SBY itu pun sangat disayangkan karena semestinya bawahannya saja seperti Menko Polhukam yang berbicara.

“Omongan presiden bikin masyarakat panik,” tambahnya.

Bagaimana dengan TII akan juga menggelar aksi? “Besok kita bisa demo bisa refleksi. Kita tidak menggalang massa,” tutupnya.

dtc/isw

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…