Selasa, 8 Desember 2009 20:22 WIB Ekonomi Share :

Industri tekstil Soloraya diprediksi terpuruk

Solo (Espos)–Realisasi ekspor Soloraya bulan November mulai menunjukkan peningkatan baik volume maupun nilainya, meskipun belum signifikan. Kendati demikian, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memprediksi, tahun 2010 akan menjadi tahun yang berat bagi dunia tekstil.

Hal ini disampaikan API, melihat adanya penurunan volume dan nilai ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT), jika dibandingkan komoditas lain yang rata-rata mengalami kenaikan volume ekspor pada November.

Berdasarkan data surat keterangan asal (SKA) yang diterima Espos dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo, Selasa (8/12), realisasi ekspor Soloraya bulan November mencapai volume 7.863.529,55 kilogram dengan nilai US$ 26.226.148,51. Atau mengalami kenaikan dari realisasi Oktober, yakni 7.769.914,21 kilogram dengan nilai US$ 26.132.365,57.

Ketua Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Soloraya, David R Wijaya menyampaikan, ekspor mebel akan memperlihatkan tren yang jelas dan akan lebih baik di tahun 2010.

 

haw

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…