Selasa, 8 Desember 2009 21:42 WIB Karanganyar Share :

Fasilitas Kampung Purba Dayu terbengkalai


Karanganyar (Espos)–
Fasilitas yang ada di kawasan Kampung Purba Dayu di wilayah Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, saat ini terbengkalai dan tanpa perawatan.

Fasilitas itu yakni berupa jembatan kecil yang menghubungkan permukiman penduduk dengan lokasi ekskavasi arkeologis, serta sebuah rumah peristirahatan yang ada di kawasan setempat.

Berdasarkan pantauan Espos di lokasi, Selasa (8/12), kondisi jembatan mulai mengalami kerusakan, terutama pada bagian lantai jembatan yang terbuat dari papan kayu itu. Lantai jembatan banyak yang telah rapuh dan sebagian sudah hancur atau terlepas dari tempatnya.

Sementara, kondisi rumah peristirahatan juga tidak jauh lebih baik. Memang, secara fisik, kondisi bangunan masih terlihat kuat dan bagus. Namun, sisi kebersihannya tidak terurus. Bahkan pada bagian lantai, banyak kotoran dan sampah yang menumpuk.

Di dekat rumah peristirahatan itu, yakni pada lokasi ekskavasi arkelogis, juga dalam kondisi tidak terawat. Lokasi penggalian benda-benda purbakala itu kini sudah tertutup tanah dan banyak ditumbuhi ilalang dan tanaman liar. Sangat jauh dari kesan lokasi penelitian arkeologis.

Tidak terawatnya sejumlah fasilitas Kampung Purba Dayu itu dibenarkan oleh warga sekitar. Salah satunya, Ny Sonokromo, 52, warga Dusun Dayu RT 02/RW III, Desa Dayu, Gondangrejo. Menurut dia, fasilitas jembatan dan rumah peristirahatan itu telah dibangun sejak dua tahun lalu. Namun setelah jadi, belum pernah dimanfaatkan.

“Sampai sekarang, saya tidak tahu dan tidak jelas bangunan itu untuk apa. Warga juga tidak diberitahu sebelumnya. Padahal, saya sendiri sudah menjual tanah 1.500 m2 untuk pembangunan jembatan dan rumah itu,” akunya, saat ditemui di lokasi.

Ditambahkan warga lainnya, sosialisasi tentang kampung purba itu juga sangat minim. Kepala desa setempat hanya mensosialisasikannya satu kali tentang kampung purba, tapi tidak jelas dan tidak mendetail.

Informasi yang dihimpun, penggarapan proyek Kampung Purba ini masih terkendala lahan. Pemkab sudah membebaskan tanah sekitar 2.000 m2 dan telah membangun sebuah rumah peristirahatan dengan dinding terbuka yang dapat digunakan untuk berteduh dan bersantai.

“Kami harap, DPRD Kabupaten Karanganyar bisa mengakomodasi rencana Pemkab untuk mengembangkan kawasan Kampung Purba Dayu. Saat ini masalahnya hanya ada pada ketersediaan dana. Dari pembicaraan awal dengan DPRD, memang telah disepakati bersama untuk menganggarkan dana pembebasan lahan di Dayu pada 2010 mendatang. Mengingat jumlahnya tidak sampai Rp 1 miliar, saya optimistis semua itu bisa terealisasi dengan segera,” terang Bupati Karanganyar Rina Iriani.

dsp

lowongan pekerjaan
PT. Monang' Sianipar Abadi ( MSA KARGO ), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…