Selasa, 8 Desember 2009 17:06 WIB Sragen Share :

Ditinggal di kantor, dompet ibu guru raib


Sragen (Espos)-
-Nasib naas dialami seorang guru baru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Gandul, Kecamatan Sumberlawang, Tri Wahyuni, 28. Guru muda ini kehilangan dompet berisi uang dan surat-surat penting saat ditinggal mengoreksi hasil ujian semester.

Kapolres Sragen AKBP Jawari melalui Kapolsek Sumberlawang, AKP Suhardi kepada Espos, Selasa (8/12), membenarkan adanya laporan kehilangan dompet dari Tri Wahyuni ke Polsek Sumberlawang.

“Laporan dari yang bersangkutan sudah kita terima, polisi masih menyelidiki kasus ini. Kami juga mengimbau jika ada yang menemukan agar bisa segera menyerahkan ke yang bersangkutan atau melalui Polsek Sumberlawang,” jelas AKP Suhardi.

Peristiwa hilangnya dompet berisi uang Rp 300.000, surat-surat penting seperti, surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) Honda Kharisma Nopol AD 3177 KY, menurut Tri Wahyuni, sekitar pukul 10. 00 WIB, Senin (7/12).

“Waktu itu, tas berisi dompet saya tinggal di kantor sekolah yang saat itu sudah sepi. Saya berada di kelas 4 sedang mengoreksi hasil tes semester I,” ujar Tri Wahyuni.

Sebenarnya, lanjut Tri, ia sudah diingatkan agar berhati-hati saat menaruh benda-benda berharga. Kebetulan saat itu dirinya lupa dan menaruh tas di kantor yang ketika itu sudah sepi.
“Saya baru teringat di jalan, kemudian saya cek isi tas ternyata dompet berisi uang dan SIM serta STNK sudah tidak ada. Kontan saya kembali ke sekolah mencari benda tersebut. Padahal SIM-nya baru,” paparnya.

rif

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…