Selasa, 8 Desember 2009 18:15 WIB Klaten Share :

Curi sandal, residivis tewas dimassa


Klaten (Espos)–
Aksi main hakim sendiri terjadi di wilayah Klaten. Kali ini, seorang residivis yang kedapatan mencuri sandal warga Desa Jogosetran, Kalikotes, tewas setelah dihajar habis-habisan oleh massa, Selasa (8/12) dinihari.

Pelaku aksi pencurian sandal yang bernama Teguh Santoso,24, itu tewas dihadiahi bogem mentah warga setelah tepergok mencuri sandal milik Supriyadi,37, asal Dukuh Prigiwetan, RT 5/RW II, Desa Jogosetran, Kalikotes. Peristiwa itu terjadi pada pukul 01.00 WIB, Selasa (8/12).

Saat itu pelaku mengendap-endap di rumah milik Supriyadi. Kebetulan, Supriyadi tengah istirahat di ruang tamu. Saat mengendap itulah, Supriyadi melihat pelaku. “Dia kemudian mengetahui lantas mengikuti gerak gerik pelaku,” jelas Kapolres Klaten AKBP Agus Djaka Santoso kepada wartawan di Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten, tempat jenazah pelaku disemayamkan.

Saat dipantau, Supriyadi kemudian melihat pelaku mengambil dua pasang sandal milik anggota keluarganya. Dia pun langsung memergoki pelaku.

Saat tepergok, pelaku melarikan diri. “Saya berteriak maling,” aku Supriyadi kepada petugas. Mengetahui teriakan maling tersebut, sejumlah warga langsung keluar dari rumahnya. Mereka langsung mengejar pelaku pencurian sandal itu.

Ketika tertangkap, pelaku langsung dihajar oleh massa. Akibatnya, pelaku mengalami luka parah di kepala dan tungkai kaki. Petugas yang mendapatkan laporan aksi main hakim itu langsung mengamankan situasi.

Namun naas, nyawa pelaku tak tertolong. Pelaku sempat dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten untuk mendapatkan perawatan.

haa

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…