Selasa, 8 Desember 2009 10:50 WIB Wonogiri Share :

7 Desa di Wonogiri digelontor dana Rp 7 miliar

Wonogiri (Espos)--Pemerintahan desa akan banjir dana, di tengah devisit anggaran APBD Wonogiri menyusul dilaksanakannya program PNPM Mandiri Perkotaan/perdesaan. Sebanyak tujuh desa di dua kecamatan akan digelontor dana masing-masing Rp 1 miliar.

Dana program Neighboard development (ND) tersebut diharapkan mampu memberdayakan masyarakat desa dan menyejahterakan warga.
Tujuh desa itu adalah, empat desa di Kecamatan Selogiri, yaitu Desa Sendangijo, Nambangan, Kaliancar dan Singodutan dan tiga desa lainnya ada di Kecamatan Wonogiri, yakni Desa Wonoharjo, Purworejo dan Bulusulur. Namun kemunculan tiga nama desa terakhir membuat para pengelola BKM (Badan kemandirian masyarakat) desa terkejut.

Pasalnya ketiga desa itu tidak masuk usulan tahap kedua. Tahap pertama, hanya satu desa yan mendapatkan dana Rp 1 miliar, yakni Desa Jendi, Selogiri. Tahap II, Pemkab Wonogiri mengusulkan delapan desa, yakni Sendangijo, Nambangan, Singodutan, Kaliancar, Kepatihan dan Keloran, kesemuanya masuk Kecamatan Selogiri dan dua desa di Kecamatan Jatisrono, yaitu Desa Jatisrono dan Desa Tanggulangin.

Persoalan itu muncul dalam acara sosialisasi pencairan dana PLP BK (program lingkungan permukinan berbasis komunitas) di Aula Kantor Bappeda Wonogiri, Senin (7/12).Pengurus BKM Jatisrono, Marhananto meminta pemerintah konsisten dalam menerapkan kriteria desa penerima program. “Pengelolaan program mestinya berkelanjutan, kalau akhirnya muncul nama desa lain dari yang diusulkan kapan masalah selesai? Kalau seperti ini kami tidak mempunyai harapan apapun,” ujarnya.

Atas keluhan itu, penanggungjawab operasional kegiatan (PJOK) Kabupaten Wonogiri, Aris Budaya menyatakan PNPM Mandiri perkotaan dan perdesaan sama. “Mudah-mudahan desa-desa yang belum memperoleh bisa mendapatkan pada tahap III, semua masih ada peluang.”

Diakuinya, kemunculan tiga nama desa itu ujug-ujug (tiba-tiba), karena pihaknya tidak mengusulkan. Sementara itu, BKM Wuryorejo, Anding Sukiman dan BKM Ngudi Mulyo, Jendi, Selogiri, Untung Suparmin menjelaskan kemunculan tiga nama desa itu memang menimbulkan kecemburuna.

“Namun demi Wonogiri, kami tidak mempersoalkan. Yang jelas mekanisme untuk meraih dana Rp 1 miliar, memang harus melalui tahapan-tahap, baik dari mandiri baru madani terus ke Paket (program pengentasan kemiskinan terpadu),” ujar Anding.

Sementara itu, Ketua Kelompok Belajar, Sudjijo mengatakan pengelola PNPM Mandiri dan BKM merupakan relawan. “Kami berharap, jika menjadi relawan benar-benar rela, jangan setengah-setengah dan berpengharapan. Jika berpengharapan, akan tersesat saat mengelola keuangan, akhirnya akan menghuni rumah tahanan. Relawan itu berarti tidak rela.”

tus

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.MICROVISION INDONESIA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…