Senin, 7 Desember 2009 16:46 WIB News Share :

Todung
Bibit-Chandra wajib usut kasus Agus Condro & Century


Jakarta–
Todung Mulya Lubis memiliki harapan kepada Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Sebagai balas budi dari dukungan publik kepada keduanya, kasus-kasus korupsi besar harus menjadi prioritas.

“Dukungan ini untuk memberikan mereka keberanian agar membongkar kasus-kasus korupsi yang penting seperti kasus Agus Condro, itu pekerjaan pertama. Saya juga minta KPK membongkar kasus Century karena kasus Century sudah dipolitisasi sedemikian rupa,” kata Todung di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (7/12).

Todung berharap, kasus Century dituntaskan lewat proses hukum, antara lain melalui KPK, atau bisa juga oleh kepolisian dan kejaksaan. Kasus ini tidak tepat dibawa ke ranah politik.

“Kalau kasus Century dibawa ke ranah politik akan menjadi manuver politik, sehingga akan menjadi bola liar,” jelas Todung.

Untuk itu, KPK memiliki kewajiban untuk melakukan pengusutan secara tuntas. “Tapi bisa saja hak angket ini menjadi bola liar. Makanya KPK harus mengimbangi pekerjaan-pekerjaan hak angket, supaya kita dapat gambaran yang lebih proposional secara legal terhadap kasus bank Century,” tutupnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…